Penguatan dolar AS ini juga terjadi terhadap mata-mata uang lain di regional. Namun nilai tukar rupiah tertekan lebih dalam lagi gara-gara situasi politik Indonesia yang tidak kondusif.
"Saya anggap sesuatu yang wajar, kalau itu sampai ke Rp 12.000, yang penting BI (Bank Indonesia) terus ada di pasar dan meyakini bahwa itu harus terjaga stabilitasnya," kata Gubernur BI Agus Marto ditemui setelah Jumataan di Kompleks BI, Jakarta Pusat, Jumat (3/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebetulan juga di pasar modal ada investor asing yang lepas," ujarnya.
Faktor domestik lain yang menekan rupiah adalah neraca perdagangan yang masih defisit. Namun Agus optimistis, setelah impor mineral bisa dilanjutkan maka akan ada perbaikan di neraca perdagangan.
Pagi tadi dolar AS sempat turun ke kisaran Rp 12.135 per dolar AS, namun hingga siang hari ini dolar AS kembali ke Rp 12.150 sama seperti posisi kemarin.
(ang/hen)











































