Kasnic: Obligasi Barito Default

Gagal Bayar Kupon Bunga Rp 33 M

Kasnic: Obligasi Barito Default

- detikFinance
Selasa, 11 Jan 2005 12:13 WIB
Jakarta - PT Kasnic Credit Rating Indonesia menurunkan peringkat Obligasi I Tahun 2002 PT Barito Pacific Timber Tbk (BRPT) senilai Rp 400 miliar dari CCC (triple C) menjadi D (Default), sehubungan dengan gagalnya pembayaran kupon bunga obligasi. Demikian penjelasan PT Kasnic dalam laporannnya ke Bursa Efek Surabaya (BES), Selasa,(11/1/2005). Obligasi Barito Pasific Timber I sebesar Rp 400 miliar diterbitkan pada 10 Januari 2002 dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Januari 2007. Perusahaan milik konglomerat Prayogo Pangestu ini gagal melakukan pembayaran terhadap kupon bunga obligasi keempat senilai Rp 33 miliar yang jatuh tempo pada Senin kemarin 10 Januari 2005. Barito tidak bisa melakukan pembayaran kupon bunga karena mengalami kesulitan arus kas. Saat ini manajemen mengajukan permohonan penundaan pembayaran bunga kepada wali amanat (Bank Niaga) sampai dengan periode pembayaran kupon berikutnya. "PT Kasnic akan terus memonitor perkembangan obligasi Barito," kata manajemen Kasnic. Sementara dalam pertemuannya dengan BEJ, Senin kemarin,(10/1/2005), manajemen BRPT mengatakan akan membayar bunga obligasi diatas pada bulan Juni 2005. Pembayaran tersebut disatukan dengan kewajiban pembayaran pada bulan Juni 2005 sebesar Rp 66 miliar. BEJ juga telah mensuspensi saham Barito sejak sesi I perdagangan Senin, (10/1/2005). BEJ belum memutuskan sampai kapan suspensi saham BRPT tersebut dilakukan. Komposisi kepemilikan Barito saat ini adalah Prayogo Pangestu 2,74 persen, Commerzbank (SEA) Ltd.Singapore 21 persen, Whistler Petrochemical Corporation 12,69 persen, PT Barito Pacific Lumber Co 10,92 persen, PT Tunggal Setia Pratama 9,4 persen, Union Bank of Swizerland 6,16 persen, PT Taspen 0,01 persen, PT Muktilestari Kencana 0,62 persen, Koperasi 0,37 persen dan publik lainnya 36,09 persen.Sementara itu, sejak awal Desember 2004 sampai saat ini, tercatat Kasnic telah menurunkan dua peringkat emiten yang diratingnya menjadi default yaitu obligasi sub ordinasi PT Bank Global Internasional Tbk senilai Rp 400 miliar yang diterbitkan tahun 2003 dan akan jatuh tempo pada 2010. Selain dinyatakan default terhadap obligasi Barito. Kasnic juga telah menurunkan peringkat obligasi I tahun 2000 PT Bahtera Adimina Samudra Tbk (BASS) senilai Rp 100 miliar dari BB-(double B minus) menjadi B-(single B minus) dengan outlook negative. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads