Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.160 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.150 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 8,862 poin (0,18%) ke level 5.009,671. Indeks bangkit setelah kemarin terjun bebas. Investor langsung berburu saham-saham yang kemarin sudah turun tajam. Indeks pun secara perlahan mulai menanjak di zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG anjlok 62,997 poin (1,26%) ke level 4.937,812 terkena tekanan jual investor asing.
Situasi politik Indonesia yang memanas jadi alasan investor keluar dari lantai bursa. Sembilan indeks sektoral jatuh ke zona merah, hanya sektor infrastruktur yang berhasil menguat.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (3/10/2014), IHSG ditutup terpangkas 51,463 poin (1,03%) ke level 4.949,346. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 8,943 poin (1,06%) ke level 833,915.
Dana asing masih belum berhenti mengalir ke luar lantai bursa. Transaksi investor asing sampai sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sekitar Rp 800 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 200.402 kali dengan volume 5,2 miliar lembar saham senilai Rp 5,6 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 225 turun, dan 59 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia akhirnya menutup perdagangan dengan kompak di zona hijau. Pasar saham Hong Kong yang berdagang kembali bisa ditutup positif.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 46,66 poin (0,30%) ke level 15.708,65.
- Indeks Hang Seng menguat 131,58 poin (0,57%) ke level 23.064,56.
- Indeks Straits Times tumbuh 20,80 poin (0,64%) ke level 3.249,51.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 875 ke Rp 30.775, Multi Prima (LPIN) turun Rp 725 ke Rp 5.550, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 600 ke Rp 6.300, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 575 ke Rp 22.025.
(ang/dnl)











































