Menteri Keuangan Chatib Basri menuturkan, pembahasan dilakukan secara komprehensif. Mulai dari stabilitas ekonomi secara umum, hingga mengerucut kepada sektor perbankan, pasar modal, fiskal, dan pasar keuangan.
"Secara umum, situasi terkendali dan masih dalam kontrol atau inline dengan apa yang diperkirakan," ujar Chatib, yang sekaligus Ketua FKSSK, usai pertemuan di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (6/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah lihat bentuk tekanan beberapa hari terakhir. Baik di pasar modal, Surat Utang Negara (SUN), dan nilai tukar rupiah," sebut Chatib.
Kedua, tambah Chatib, adalah penurunan harga komoditas khususnya minyak sawit mentah (CPO) dan batu bara. Penurunan harga dua komoditas ini sangat mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia, dan menyebabkan neraca perdagangan defisit.
"Kita siapkan agar isu ini dapat segera diantispasi," ujarnya.
Ketiga, demikian Chatib, adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dia mengaitkan pelemahan rupiah dengan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Pemerintah melihat perkembangan dari sisi fiskal. Defisit ABPBN terjaga di level aman. Sejauh ini terkendali dengan terjaga di bawah target 2,4% PDB (Produk Domestik Bruto)," tukasnya
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menambahkan, dalam 2 pekan terakhir pelemahan nilai tukar rupiah secara month to month adalah 0,12% sementara year to date 0,12%. Penyebabnya selain faktor eksternal, juga gejolak politik di dalam negeri.
"Market melihat tingkat bunga AS, jadi eksternal. Dari sisi domestik ada persoalan politik. Tapi secara umum sekarang berjalan dengan baik," papar Agus pada kesempatan yang sama.
Mengutip data Reuters, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini berada di posisi Rp 12.215 per dolar AS. Posisi rupiah yang terlemah dalam perdagangan hari ini adalah Rp 12.220 per dolar AS.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Haddad dan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Kartika Wirjoatmodjo.
(mkl/hds)











































