Pasalnya, pemegang saham BUMI tidak menyerap seluruh saham baru yang diterbitkan sebanyak 32,19 miliar lembar. Dari jumlah itu, yang terserap hanya 15,85 miliar saham dengan dana Rp 3,61 triliun.
"Pihak publik hanya 11 juta lembar, di mana para pemegang saham saya? Waktu sulit di mana mereka?" ujar Presiden Direktur BUMI Ari Saptari Hudaya dalam Public Expose Insidentil BUMI di ruang Avara 123 Avara Lounge & Function Hall Epiwalk, Jakarta, Senin (6/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana hasil rights issue antara lain digunakan untuk melunasi pinjaman antara lain kepada Axis Bank Limited pada tahun 2011, Credit Suisse 2010-2012, Deutsche Bank 2011, UBS AG 2012, dan CBS 2011.
Ari mengatakan, ada sebagian dari beberapa institusi tersebut menolak dibayar dengan saham, tapi ingin memakai uang tunai. Maka dari itu saham baru yang tadinya akan diterbitkan akhirnya jumlahnya dikurangi.
"Dibatalkan, jelas mereka minta cash (tunai). Mau tidak dibatalkan bagaimana toh. Terhadap bank-bank ini saya akan bernegosiasi," ujarnya.
Sejumlah pihak yang mengambil bagian dalam rights issue Bumi Resources antara lain publik sejumlah 11,53 juta saham. Lalu perusahaan milik grup Bakrie, Long Haul Holding Ltd melalui mekanisme debt to equity conversion sejumlah 6,9 miliar saham.
Castleford Holding Ltd melalui mekanisme debt to equity conversion sejumlah 6,9 miliar saham dengan PT Damar Reka Energi sebagai agen fasilitas castleford. Selain itu, PT Danatama Makmur sebagai pembeli siaga menyerap sekitar 2,04 miliar saham.
(ang/dnl)











































