Follow detikFinance
Rabu 08 Oct 2014, 08:52 WIB

Rekomendasi Saham

IHSG Bakal di Bawah Tekanan Lagi

- detikFinance
IHSG Bakal di Bawah Tekanan Lagi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melaju 32 poin didorong aksi beli investor asing. Investor masih menanti hasil pemilihan pimpinan MPR yang digelar hari ini.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (7/10/2014), IHSG ditutup melaju 32,703 poin (0,65%) ke level 5.032,841. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 6,899 poin (0,82%) ke level 852,401.

Wall Street terkena koreksi tajam dalam perdagangan yang ramai. Investor melepas saham setelah lemahnya data ekonomi Jerman memicu kekhawatiran lambatnya pertumbuhan ekonomi dunia.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones anjlok 272,52 poin (1,6%) ke level 16.719,39, Indeks S&P 500 jatuh 29,72 poin (1,51%) ke level 1.935,1, ke titik terendahnya sejak 12 Agustus. Indeks Komposit Nasdaq amblas 69,60 poin (1,56%) ke level 4.385,20.

Hari ini IHSG diperkirakan akan kembali terkena tekanan pasca pemilihan Pimpinan MPR yang tidak sesuai dengan prediksi pasar. Investor asing akan kembali melepas saham.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
Indeks Nikkei 225 anjlok 205,88 poin (1,30%) ke level 15.577,95.
Indeks Straits Times turun 15,45 poin (0,48%) ke level 3.228,54.

Rekomendasi untuk pergerakan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Selasa (7/10) IHSG naik 33 poin (+0,65%) ke level 5.032,84 dengan saham-saham yang menjadi pendorong kenaikan bursa a.l. BBCA, TLKM, ASII, GGRM dan BBNI.

Indeks masih melanjuktkan teknikal rebound dengan ditopang oleh kenaikan sejumlah saham grup astra menjelang tanggal cum dividen.

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 151,9 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli a.l. TLKM, ASII, UNTR, BBNI dan INTP.

Secara teknikal, kenaikan hari ini masih termasuk technical rebound disertai volume dengan tutup diatas MA5 dan terlihat mencoba test resist MA10. Stochastic positif sementara RSI flat dan MACD negatif divergence.

Hari ini (8/10), IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat di kisaran 4.975 - 5.100 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. INDF, AALI, LPKR, SMRA dan WTON.

Rupiah Selasa (7/10) ditutup di level 12.205 dan hari ini (8/10) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.118-12.298.

Mandiri Sekuritas
Pasar saham AS melemah seiring proyeksi pelambatan ekonomi dunia oleh International Monetary Fund (IMF). Pelemahan dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -1,60% dan indeks S&P500 sebesar -1,51%.

Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap pelambatan pertumbuhan ekonomi Eropa. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar -1,38% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang melemah -0,36%.

Sedangkan harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,35% ke level US$88,54 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,09% ke posisi US$1.211,30 per troy ounce.

Dari dalam negeri, koalisi merah putih (KMP) akhirnya kembali memenangkan persaingan dengan koalisi Indonesia hebat (KIH). Kali ini, koalisi yang diusung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat (Demokrat) dan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut memenangkan persaingan dalam memperebutkan kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

KMP sukses memenangkan Paket B yang terdiri dari Zulkifli Hasan (Ketua MPR), Mahyudin (Wakil Ketua MPR), EE Mangindaan (Wakil Ketua MPR), Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR) dan Oesman Sapta Odang (Wakil Ketua MPR) sebagai pimpinan MPR yang baru, setelah memenangkan voting sebanyak 347 suara berbanding 330 suara milik KIH yang mengusung Paket A (Oesman Sapta Odang, Ahmad Basarah, Imam Nahrawi, Patrice Rio Capella dan Hasrul Azwar).

Itu artinya, KMP sukses menguasai parlemen dengan menempatkan kader-kadernya pada posisi pimpinan MPR dan DPR. Sementara dari faktor ekonomi, Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,5% untuk kedua belas kalinya (12 bulan berturut-turut). Langkah ini diambil demi mempertahankan stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan dari risiko domestik dan eksternal.

Di sisi lain, Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan di atas EMA 200 hari. Indeks bergerak menguat dan ditutup pada level 5.032 atau naik +32 poin (+0,65%).

Indikator MACD masih di area bearish. Hari ini Indeks masih akan bergerak melemah dengan penurunan terbatas. Indeks bergerak di kisaran support 4.953 dan resistance 5.096.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed