Para investor mempertanyakan, bila benar memiliki aset, mengapa anak perusahaan PT Brent Securities ini tak kunjung membayarkan kewajibannya?
"Kalau benar asetnya banyak dan bisa bayar utang, masa dia bayar 1% yang dijanjikan waktu restrukturisasi saja nggak bisa. Satu persen dari Rp 100 juta misalnya, itu kan cuma Rp 1 juta. Masa nggak bisa bayar," ujar seorang investor Brent Ventura kepada detikFinance, Rabu (8/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Restrukturisasi juga nggak jelas penyelesaiannya. Tiap investor beda-beda dijanjikannya. Ini kan kesannya dia nggak konsisten. Sekarang dia bilang bisa bayar utang asetnya banyak. Tapi dari Maret sampai sekarang nggak terbayar juga," tegas dia.
Ia mengatakan, pihak investor sendiri sebenarnya hanya memerlukan kejelasan dan keterbukaan terkait nasin dana yang telah diinvestasikannya.
"Kita sebagai investor, sebagai nasabah, inginnya dia (Brent Ventura) itu terbuka. Kalau ada masalah bilang masalahnya apa? Biar kami nasabah juga mengerti," pungkasnya.
(ang/ang)










































