Brent Securities adalah perusahaan yang terdaftar dan punya izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sementara Brent Ventura sebaliknya. Akhirnya, dana investasinya macet dan sekarang masih dalam proses pengadilan.
"Waktu pertama saya itu ditawarkan oleh Brent Securities. Nah, begitu baru 15 hari saya diminta untuk tanda tangan sertifikat MTN yang baru," kata investor wanita yang menyimpan investasi di Brent Ventura kepada detikFinance di Pengadilan Niaga, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya awalnya nggak mau tanda tangan, karena saya pikir kan ngapain saya tanda tangan baru toh saya sudah punya yang lama. Lagipula kok beda lagi tulisannya bukan Brent Securities tapi Brent Ventura," kata wanita tersebut.
"Saya tanya, kata marketing-nya sama saja, izinnya sama. Marketing desak saya terus, akhirnya suami saya yang tandatangan," jelasnya.
Pada akhirnya terungkap bahwa Brent Ventura ternyata tak punya izin dari OJK. Selain itu, produk MTN yang dikeluarkan perusahaan juga tidak terdaftar.
Investor pun sekarang mempertanyakan ke mana uang hasil investasi mereka. Lalu bagaimana sikap Brent Securities selaku induk usahanya.
"Kita bayar itu ke rekening Brent Securities. Yang kita desak ke OJK itu, dari Brent Securities sampai tidak dananya ke Brent Ventura. Kalau sampai, dana itu dikemanakan oleh Brent Ventura," ujar salah satu investor pria di Brent Ventura.
Menurutnya, Brent Securities juga sudah melanggar aturan dengan menerbitkan produk MTN melalui anak usahanya. Brent Securities juga punya beberapa anak usaha lain di aneka sektor industri.
"Wajar juga investor nggak tahu kalau Brent Ventura nggak punya izin ternyata. Karena kan marketing-nya bilang Bent Ventura sama saja dengan Brent Securities. Saya curiganya, Brent-Brent yang lain itu juga sama. Tidak punya izin juga. Kok berani dia nawarin orang begitu," tambahnya.
"Jangan-jangan marketingnya juga nggak paham, karena kan mereka hanya diberi komisi untuk jualan itu," ujarnya.
Para investor ini ditawari untuk berinvestasi di produk MTN (medium term notes) dengan bunga 10-11% per tahun dibayar tiap bulan. Pembayaran dana masih lancar sepanjang 2013, tapi kemudian dana investor ini macet sekitar awal tahun 2014.
Sampai saat ini, sudah banyak investor yang dananya tidak kembali. Brent Ventura sempat mengaku akan merestrukturisasi utangnya kepada investor itu tapi itu pun gagal dijalankan.
(ang/ang)











































