IHSG dan Rupiah Keok, Jokowi: Respons Negatif Tolong Didengar!

IHSG dan Rupiah Keok, Jokowi: Respons Negatif Tolong Didengar!

- detikFinance
Rabu, 08 Okt 2014 12:35 WIB
IHSG dan Rupiah Keok, Jokowi: Respons Negatif Tolong Didengar!
Jakarta - Pelaku pasar merespons negatif perkembangan politik beberapa hari ini. Terakhir, terpilihnya Ketua MPR baru menjadi sentimen negatif yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah anjlok.

Koalisi Merah Putih, kubu oposisi pendukung Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden (pilpres) 2014, kembali menempatkan kadernya di posisi vital di parlemen. Setelah Setya Novanto (Fraksi Partai Golkar) menjadi Ketua DPR, Zulkifli Hasan (Fraksi PAN) baru saja terpilih menjadi Ketua MPR.

Ini menegaskan dominasi kubu oposisi di Senayan. Dikhawatirkan pemerintahan baru pimpinan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) tidak akan lancar menjalankan berbagai kebijakan karena terganjal di DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kecemasan investor tercermin dalam IHSG dan nilai tukar rupiah. Menutup Sesi I perdagangan Rabu (8/10/2014), IHSG jatuh 52,582 poin (1,04%) di posisi 4.980,26. Sementara rupiah diperdagangkan di posisi Rp 12.247 per dolar AS, terlemah sejak akhir tahun lalu.

Ditemui di lokasi Trade Expo Indonesia, Kemayoran, Jakarta, Jokowi pun buka suara. Menurutnya, para elit politik harus mendengar suara rakyat dan pelaku pasar.

"Kalau respons negatif itu tolong didengar. Artinya elite politik kita harus mendengar keinginan rakyat, keinginan pasar," tegasnya, Rabu (8/10/2014).

Menurut Jokowi, para elit politik tidak mendengar aspirasi rakyat dan investor sehingga yang terjadi adalah IHSG dan rupiah melemah. "Ini yang saya lihat tidak mendengar," ujarnya.

(hds/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads