Rencana Bayar Utang Rp 44 T Tak Mulus, Saham Tambang Bakrie Loyo

Rencana Bayar Utang Rp 44 T Tak Mulus, Saham Tambang Bakrie Loyo

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2014 14:44 WIB
Rencana Bayar Utang Rp 44 T Tak Mulus, Saham Tambang Bakrie Loyo
Ilustrasi Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus melemah setelah suspensi dibuka pada perdagangan Selasa 7 Oktober 2014 lalu. Pasalnya, aksi korporasi penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue tidak berjalan mulus.

Tadinya anak usaha Grup Bakrie ini mengincar dana sekitar Rp 8 triliun dengan menerbitkan 32,19 lembar saham baru. Namun sayang, rencana perseroan ini terhambat lantaran para pemegang saham enggan menyerap saham rights issue tersebut.

Yang terserap atau yang laku hanya sekitar Rp 3,6 triliun dari total dana yang ditargetkan. Akhirnya, perusahaan harus mencari utang baru demi membayar utang lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/10/2014), saham BUMI hari ini turun 6 poin (-3,82%) ke level Rp 151 per lembar dibandingkan posisi perdagangan kemarin di Rp 157 per lembar.

Sahamnya sempat dibekukan selama 8 hari dari perdagangan Kamis 25 September 2014 sampai Selasa 7 Oktober 2014. Posisi terakhir saham BUMI sebelum suspensi berada di level Rp 190 per lembar.

Setelah dibuka pada perdagangan Selasa 7 Oktober 2014, sahamnya langsung melemah ke Rp 159 per lembar. Pada perdagangan esoknya, saham BUMI juga turun lagi sebanyak 2 poin menjadi Rp 157 per lembar.

Seperti diketahui, saat ini BUMI punya total utang US$ 4 miliar atau sekitar Rp 44 triliun. Utang ini berasal dari berbagai institusi.

Lembaga-lembaga yang akan menerima pembayaran tahun ini antara lain Axis Bank Limited, Credit Suisse, Deutsche Bank 2011, UBS AG, dan CBS. Selain itu masih ada juga China Investment Corporation (CIC) melalui Country Forest Limited dan Castleford Investment Holdings.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads