Tadinya anak usaha Grup Bakrie ini mengincar dana sekitar Rp 8 triliun dengan menerbitkan 32,19 lembar saham baru. Namun sayang, rencana perseroan ini terhambat lantaran para pemegang saham enggan menyerap saham rights issue tersebut.
Yang terserap atau yang laku hanya sekitar Rp 3,6 triliun dari total dana yang ditargetkan. Akhirnya, perusahaan harus mencari utang baru demi membayar utang lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sahamnya sempat dibekukan selama 8 hari dari perdagangan Kamis 25 September 2014 sampai Selasa 7 Oktober 2014. Posisi terakhir saham BUMI sebelum suspensi berada di level Rp 190 per lembar.
Setelah dibuka pada perdagangan Selasa 7 Oktober 2014, sahamnya langsung melemah ke Rp 159 per lembar. Pada perdagangan esoknya, saham BUMI juga turun lagi sebanyak 2 poin menjadi Rp 157 per lembar.
Seperti diketahui, saat ini BUMI punya total utang US$ 4 miliar atau sekitar Rp 44 triliun. Utang ini berasal dari berbagai institusi.
Lembaga-lembaga yang akan menerima pembayaran tahun ini antara lain Axis Bank Limited, Credit Suisse, Deutsche Bank 2011, UBS AG, dan CBS. Selain itu masih ada juga China Investment Corporation (CIC) melalui Country Forest Limited dan Castleford Investment Holdings.
(ang/dnl)










































