Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner PT Investa Saran Mandiri, memprediksi IHSG bisa naik hingga ke level 8.000 dalam tiga sampai lima tahun ke depan.
"Banyak yang tidak percaya. Apalagi dalam kondisi banyaknya berita jelek yang bermunculan di saat ini," ujarnya dalam hasil riset yang diterima detikFinance, Kamis (9/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada kekhawatiran berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya. Pertanyaan itu akan terjawab jika kita memperhatikan dengan seksama kondisi di sekitar kita.
"Apakah Starbuck sepi? Apakah Zara sepi? Apakah tempat penjualan gadged atau smartphone sepi pembeli? Apakah masyarakat Indonesia sudah berhenti konsumsi ? Jika jawabannya tidak, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh," ujarnya.
Menurutnya, lebih dari 50% pertumbuhan ekonomi indonesia lebih didukung tingginya konsumsi masyarakat Indonesia. Kita harus bersyukur, kata dia, karena tingginya konsumsi domestik akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih stabil.
Saat ini banyak investor memperlakukan investasinya seperti halnya memperlakukan seorang anak kecil. Investor beranggapan bahwa penurunan atau kejatuhan dari harga saham adalah sebuah musibah, perlu dihindari, dan jika pernah dialami maka cenderung mengalami trauma sehingga buru-buru kabur dari pasar saham selama-lamanya.
"Padahal faktanya sama seperti anak kecil, jika anak tersebut tidak pernah berlari dan jatuh mungkinkah anak itu dapat lebih sehat dan lebih tinggi untuk ke depannya?" tanyanya.
Ia memandang kejatuhan adalah sebuah kesempatan besar dan harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan portofolio investasi para nasabah. Ia mengaku sudah puluhan kali mengalami kejatuhan di pasar saham dan setiap kejatuhan yang terjadi terbukti menjadi batu tolakan bagi portofolio untuk tumbuh lebih tinggi lagi
"Jadi kami tidak takut terhadap sebuah kejatuhan, ketakutan terbesar kami justru adalah ketika market naik tanpa henti yang menimbulkan sebuah risiko," ujarnya.
Ia mengatakan, setiap kali terjadi penurunan tajam pada IHSG adalah kesempatan besar buat investor untuk membeli saham. Ia pun memprediksi penurunan tajam ini baru akan berhenti saat harga BBM subsidi dinaikkan.
"Kenaikan harga BBM bukanlah berita jelek bagi investor asing, karena dengan kenaikan harga BBM maka APBN negara kita akan sehat. Dan dana untuk subsidi BBM bisa digunakan untuk membangun infrastruktur yang akan berakibat positif buat perekonomian Indonesia pada umumnya," ucapnya.
(ang/dnl)











































