Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 45,595 poin (0,91%) ke level 4.948,284 terkena sentimen negatif pelemahan bursa global tadi malam. Bursa Asia yang kompak melemah juga ikut menekan pergerakan IHSG.
Aksi jual saham langsung muncul sejak pembukaan perdagangan. Indeks sempat jatuh hingga ke titik terendah siang ini di level 4.933,38.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekonomi Jerman yang melambat ditambah rencana The Federal Reserves menaikkan tingkat suku bunga menjadi sentimen negatif di pasar. Aksi jual tak henti-hentinya terjadi.
Saham-saham konsumer bisa bertahan positif berkat aksi beli selektif. Sayangnya sembilan sektor lainnya melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 86.874 kali dengan volume 1,918 miliar lembar saham senilai Rp 2,063 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 194 turun, dan 66 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih tak berdaya di teritori negatif. Sentimen melambatnya ekonomi dunia memicu aksi jual di pelaku pasar regional.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 209,22 poin (1,35%) ke level 15.269,71.
- Indeks Hang Seng jatuh 386,72 poin (1,64%) ke level 23.147,81.
- Indeks Komposit Shanghai turun 14,09 poin (0,59%) ke level 2.375,28.
- Indeks Straits Times melemah 29,70 poin (0,91%) ke level 3.229,55.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 24.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 475 ke Rp 18.850, Astra Agro (AALI) turun Rp 425 ke Rp 21.900, dan Matahari (LPPF) turun Rp 400 ke Rp 15.400.
(ang/hds)











































