Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke posisi Rp 12.210 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.160 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 45,595 poin (0,91%) ke level 4.948,284 terkena sentimen negatif pelemahan bursa global tadi malam. Bursa Asia yang kompak melemah juga ikut menekan pergerakan IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG terpangkas 37,625 poin (0,75%) ke level 4.954,254 akibat aksi jual yang terjadi sejak pagi tadi. Saham-saham unggulan dan lapis dua jadi sasaran aksi jual.
Ekonomi Jerman yang melambat ditambah rencana The Federal Reserves menaikkan tingkat suku bunga menjadi sentimen negatif di pasar. Aksi jual tak henti-hentinya terjadi.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (10/10/2014), IHSG berkurang 30,919 poin (0,62%) ke level 4.962,960. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 5,720 poin (0,68%) ke level 838,676.
Saham-saham konsumer bisa bertahan positif berkat aksi beli selektif. Sayangnya sembilan sektor lainnya melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah.
Transaksi investor asing sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 621,745 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 170.027 kali dengan volume 3,965 miliar lembar saham senilai Rp 4,2 triliun. Sebanyak 73 saham naik, 211 turun, dan 79 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia kompak menutup perdagangan di teritori negatif. Sentimen melambatnya ekonomi dunia memicu aksi jual di pelaku pasar regional.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 178,38 poin (1,15%) ke level 15.300,55.
- Indeks Hang Seng terjun 445,99 poin (1,90%) ke level 23.088,54.
- Indeks Komposit Shanghai turun 14,83 poin (0,62%) ke level 2.374,54.
- Indeks Straits Times melemah 32,64 poin (1,00%) ke level 3.226,61.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 875 ke Rp 24.625, Astra Agro (AALI) turun Rp 425 ke Rp 21.900, Matahari (LPPF) turun Rp 300 ke Rp 15.500, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 225 ke Rp 14.150.
(ang/hds)











































