"Orang banyak khawatir termasuk pemerintah sampai menyiapkan langkah antisipasi jika The Fed naikkan suku bunga, pasar saham Indonesia akan anjlok karena uangnya lari ke Amerika," ujar Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia Faisal Basri di acara Publikasi Riset & Diskusi "Ekspektasi Pebisnis Terhadap Pemerintahan Baru", di Gedung WTC Sudirman, Rabu (15/10/2014).
Faisal mengatakan, hal tersebut tidak benar, dan tidak perlu dikhawatirkan berlebihan, karena walaupun The Fed menaikkan suku bunganya, investor akan pikir dua kali membawa balik uangnya ke Amerika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faisal menegaskan, patut menjadi catatan, bahwa ekonomi Indonesia tahun lalu sudah mengalahkan Inggris, dan tahun ini sudah mengalahkan Prancis.
"Ekonomi Indonesia punya prospek bagus, sudah mengalahkan Inggris dan Prancis, apalagi market cap Indonesia baru 45% masih sangat luas, naik 6% saja itu uang segar yang bisa digunakan pengusaha untuk mendorong usaha dan investasinya sangat banyak sekali," tutupnya.
(rrd/ang)











































