Mobile-8 Akan Listing di BEJ Kuartal II-2005

Mobile-8 Akan Listing di BEJ Kuartal II-2005

- detikFinance
Rabu, 12 Jan 2005 17:00 WIB
Jakarta - PT Mobile-8 Telecom akan mencatatkan sahamnya di bursa pada kuartal 2-2005sebesar 13 persen atau 74 juta saham. Pencatatan saham di bursa terpaksa dilakukan perseroan karena Bapepam menolak pembagian dividen PT Bimantara Citra Tbk (BMTR) berupa saham Mobile-8."Kita akhirnya putuskan untuk mencatatkan saham di bursa pada kuartal 2-2005 dan nanti prosesnya akan sama seperti IPO (Initial Public Offering)," kata Presdir PT Mobile-8 Telecom Hidayat Tjandradjaja disela acara peluncuran Single Access 14000 Call Mandiri yang berlangsung di Plasa Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu,(12/1/2005).Menurut Hidayat, perseroan tidak perlu menunjuk penjamin emisi karena saham yang dilepas di bursa adalah saham yang akan diberikan kepada pemegang saham Bimantara. Perseroan hanya membutuhkan pembeli siaga jika ada pemegang saham Bimantara yang menolak untuk menjadi pemegang saham Mobile-8."Kita tidak perlu under writer yang perlu adalah pembeli siaga untuk membeli saham Bimantara, karena pemegang saham Bimantara tetap diberi dua pilihan terima saham Mobile-8 atau menerima uang dan kalau terima uang yang akan membayar pembeli siaga," kata Hidayat.Seperti diketahui, dalam RUPSLB PT Bimantara Citra Tbk (BMTR) tanggal 7 Desember 2004, diputuskan bahwa Bimantara akan membagikan dividen interim untuk tahun buku berjalan 2004. Dividen yang akan dibagikan tersebut berupa saham-saham PT Mobile-8 atau uang tunai senilai Rp 162 Miliar atau Rp 124,97 per saham. Dengan pengalihan saham di Mobile-8 tersebut maka Mobile-8 akan mengeluarkan saham baru sebanyak 1,2 Miliar lembar.Namun rencana pembagian saham Mobile-8 ditentang oleh Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bapepam, karena pembagian saham tersebut dilakukan kepada lebih dari 100 pihak. Dimana jika perusahaan tersebut dimiliki lebih dari 100 pihak perusahaan harus melakukan penawaran umum.Hidayat juga menjelaskan, untuk tahun 2004 kinerja perusahaan masih akan mencatat rugi. Pada tahun 2003 rugi bersih Mobile-8 tercatat sebesar Rp 178,902 miliar dan tahun 2002 rugi bersih Rp 4,434 miliar. Sedangkan pendapatan tahun 2003 sebesar Rp 27,219 miliar.Untuk tahun 2005, Hidayat memperkirakan Mobile-8 masih akan mencatat rugi bersih namun dengan kondisi cash flow yang sudah positif. Sedangkan pendapatan tahun 2005 diperkirakan meningkat lebih dari 100 persen seiring dengan meningkatnya jumlah pelanggan pada tahun ini yang diperkirakan lebih dari 1 juta pelanggan. Sampai akhir tahun 2004, jumlah pelanggan CDMA Mobile-8 dengan produk jual Fren sebesar 500 ribu pelanggan.Mengenai biaya investasi atau capital expenditure (capex) tahun 2005 Hidayat belum bisa menyebutkannya. Yang jelas lanjut dia, untuk pemasangan telepon membutuhkan biaya sebesar US$ 85 per SST satuan sambungan telepon (SST). Dana Capex tersebut berasal dari pinjaman asing berupa kredit ekspor dan internal perusahaan.Mobile-8 juga berencana membuka jaringan di wilayah Denpasar pada semester I-2005, yang akan dilanjutkan pada pembukaan jaringan untuk wilayah Sumatra pada semester II-2005. Saat ini Mobile-8 memiliki 430 Base Tranceiver Station (BTS) yang sebagian besar ada di wilayah Jabotabek. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads