Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserves/The Fed dikabarkan akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Kebijakan ini akan berdampak besar bagi perekonomian dunia, tidak terkecuali Indonesia.
Aldian Talo Putra, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, mengatakan salah satu dampak kenaikan suku bunga di AS adalah pelemahan rupiah. Ini sudah terbukti dari pengalaman sebelumnya, di mana kenaikan suku bunga di Negeri Paman Sam menyebabkan rupiah melemah.
"Berdasarkan pengalaman 10 tahun terakhir, kenaikan suku bunga Fed Fund Rate kemungkinannya 80% menyebabkan rupiah melemah. Termasuk bonds (obligasi) dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)," ungkap Aldi di acara Indonesian Economic Outlook, di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (15/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita perkirakan berapa kenaikkan suku bunga The Fed, karena selama 10 tahun terakhir tiap kenaikkan suku bunga 50 basis poin rata-rata rupiah melemah 1,46%," katanya.
Ia menambahkan, diperkirakan kenaikan suku bunga The Fed tidak akan terlalu tinggi hanya sekitar 1,4%.
"Yang jadi pertanyaan adalah, kapan dinaikkannya? Kuartal I-2015 atau kapan, karena juga kalau terlalu tinggi tidak mungkin karena dapat menjadi bumerang bagi Amerika. Pasalnya ekonomi Amerika baru saja mau tumbuh," paparnya.
Posisi terakhir dolar AS pada perdagangan hari ini ditutup melemah di kisaran Rp 12.220 dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.200 per dolar AS. (rrd/hds)











































