Jelang pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada 20 Oktober 2014, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih naik-turun alias fluktuatif. Fluktuasi bisa berlanjut jika situasi politik masih 'panas'.
"Market akan berfluktuasi sampai kuartal pertama tahun depan. Kecuali yang seragam putih-putih (oposisi) mau berkompromi dan 20 Oktober nanti pelantikan berjalan smooth," ujar Senior Vice President Intermediary Business Schroders Indonesia Liza Lavina di acara Edukasi Wartawan Pasar Modal Bersama Schroders Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/10/2014).
Selain itu, lanjut Liza, investor juga memperhatikan kabinet Jokowi-JK. Investor berharap menteri-menteri pembantu Jokowi banyak yang berasal dari kalangan profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ada faktor-faktor yang membuat IHSG naik-turun, Liza menilai pada dasarnya pasar modal Indonesia masih punya potensi besar.
"Kami berharap 20 Oktober menjadi momentum dan kabinet juga jadi momentum. Jangka panjang melihat platform demografi, infrastruktur, potensi pasar modal kita arahnya ke positif dibanding negatif," katanya.
Di tempat yang sama, Lukas Setia Atmaja, Center for Finance and Investment Research Prasetya Mulya mengungkapkan, pergerakan IHSG tahun ini besar kemungkinan akan berbalik naik ke arah 5.200.
"Setelah pilpres biasanya bagus, makanya tahun ini berharap naik. Sebenarnya sudah sempat naik 5.200, sebelum pilpres malah pernah naik 17,33% padahal baru 6 bulan. Setahun seharusnya bisa naik 35%," kata Lukas.
(drk/hds)











































