Bakrie Telecom Butuh Dana Investasi Rp 1 Triliun
Rabu, 12 Jan 2005 17:35 WIB
Jakarta - PT Bakrie Telecom yang merupakan anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dalam sektor telekomunikasi CDMA membutuhkan dana investasi capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun untuk pengambangan usaha di tahun 2005.Biaya investasi sebesar Rp 1 triliun tersebut berasal dari dana kas perusahaan yang akan dikeluarkan dalam bentuk ekuitas. Sebesar 80 persen biaya investasi akan digunakan untuk pengembangan teknologi untuk pemasaran produk CDMA dengan merek dagang ESIA. Sisanya sebesar 20 persen untuk modal kerja perusahaan.Demikian diungkapkan oleh Bismarka Kurniawan, Deputi Presdir PT Bakrie Telecom disela acara peluncuran Single Access 14000 Call Mandiri yang berlangsung di Palaza Mandiri Jakarta, Rabu (12/1/2005).Untuk tahun 2005, Bakrie Telecom menargetkan jumlah pelanggan ESIA mencapai 500 ribu, sedangkan pada tahun 2004 tercatat sebesar 250 ribu jumlah pelanggan. Jumlah pelanggan tahun 2004 naik sebesar 150 ribu pelanggan dibandingkan tahun 2003 pada saat diluncurkan yang baru mempunyai 100 ribu pelanggan CDMA.Bismarka juga menjelaskan, pada tahun 2004 rata-rata pemakaian pulsa per unit telepon atau ARPU (Average Revenue per Unit) sebesar Rp 120 ribu per unit. Sedangkan tahun 2005 diperkirakan hanya sebesar Rp 90.000-Rp 95.000 per unit. Berkurangnya ARPU menurut dia bukan karena adanya penurunan tarif, tetapi karena bertambahnya pelanggan.
(qom/)











































