DPR Didesak Tolak Rencana Cemex Tambah Saham di SMGR
Kamis, 13 Jan 2005 14:25 WIB
Jakarta - Manajemen dan Serikat Pekerja PT Semen Gresik yang didukung oleh DPRD Jatim, DPRD Gresik dan DPRD Tuban meminta dukungan kepada Komisi VI dan Komisi XI DPR agar membatalkan rencana penambahan saham oleh Cemex di PT Semen Gresik. Mereka minta kedua komisi di DPR itu memperjuangkan aspirasinya agar Semen Gresik sebagian sahamnya atau 51 persen tetap dipegang pemerintah.Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Serikat Pekerja dan Manajemen Semen Gresik dengan Komisi VI dan XI DPR di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (13/1/2005). Hadir dalam pertemuan itu, Direksi Semen Gresik yang diwakili oleh Hasan Baraja dan Endah Dwi Astuti dan Komisaris Independen, Tjuk Sukiadi. Selain itu juga hadir beberapa wakil dari DPRD Jatim, Gresik dan Tuban, kiai langitan, ulama dari Perut Bumi.Mereka menolak jika pemerintah melepas mayoritas kepemilikan sahamnya di Semen Gresik. Hal ini dilakukan karena selain semangat nasionalisme juga untuk menjaga pasokan semen di Indonesia. "Jika asing yang menguasai maka bisa melakukan kartel," kata mereka.Menurut Ketua SP Semen Gresik Zubair Halim, mereka menolak opsi penyelesaian di luar pengadilan jika nantinya saham pemerintah di Semen Gresik berkurang dari 51 persen. Penyelesaian di luar pengadilan setelah Cemex menunda tuntutan di pengadilan internasional arbitrase.Para perwakilan itu, juga menolak jika pemerintah mendirikan pabrik semen Tuban I, II dan III kepada Cemex. Karena hal itu akan merugikan Semen Gresik yang mengandalkan ketiga pabrik itu untuk produksinya.Para wakil rakyat dari Gresik dan Tuban serta ulama tidak bisa menjamin keamanan Cemex jika mereka tetap masuk ke Tuban I, II dan III jika mereka tetap mendapatkan pabrik Tuban I,II dan III atau mendapat porsi saham lebih besar di Semen Gresik."Selama ini PAD Semen Gresik itu 70 persen kepada Pemda Tuban dan mereka tidak pernah berutang. Dan kami tidak bisa menjamin keamanan jika mereka tetap masuk ke sana," ungkapnya.Sementara itu Ketua Komisi VI Khofifah Indarparawansa mengatakan, sebenarnya semangat manajemen dan SP Semen Gresik sama dengan semangat Komisi VI untuk mempertahankan mayoritas saham milik pemerintah di perusahaan itu. Komisi VI juga telah memanggil Menneg BUMN agar pemilikan saham pemerintah di Semen Gresik tidak berkurang karena adanya tuntutan dari Cemex.
(mar/)











































