Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11,995 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.025 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 16,756 poin (0,33%) ke level 5.057,288 melanjutkan penguatan kemarin. Investor asing kembali berburu saham, sedangkan pemodal domestik masih melepas saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG turun 19,622 poin (0,39%) ke level 5.020,910 setelah muncul sentimen negatif dari bursa regional.
Pada triwulan III-2014, pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu tercatat 7,3% dibandingkan periode yang sama pada 2013. Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 7,5%.
Investor langsung merespons negatif kabar tersebut. Investor asing yang awalnya berburu saham langsung berbalik melepas saham.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (21/10/2014), IHSG ditutup turun 11,188 poin (0,22%) ke level 5.029,344. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 1,599 poin (0,19%) ke level 853,432.
Tujuh indeks sektoral di lantai bursa jatuh ke zona merah. Tiga sektor masih bisa menguat, yaitu konsumer, konstruksi, dan infrastruktur.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 173.451 kali dengan volume 4,795 miliar lembar saham senilai Rp 4,728 triliun. Sebanyak 129 saham naik, 159 turun, dan 90 saham stagnan.
Bursa-bursa regional berakhir mixed sore hari ini. Aksi jual muncul setelah Tiongkok melaporkan ekonominya yang melambat di triwulan terakhir.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 306,95 poin (2,03%) ke level 14.804,28.
- Indeks Hang Seng naik tipis 18,32 poin (0,08%) ke level 23,088.58.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 17,07 poin (0,72%) ke level 2.339,66.
- Indeks Straits Times menguat 12,46 poin (0,39%) ke level 3.193,51.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.800 ke Rp 57.575, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 30.500, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 400 ke Rp 6.550, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 15.700.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tigaraksa (TGKA) turun Rp 625 ke Rp 3.300, Maskapai Reasuransi (MREI) turun Rp 535 ke Rp 5.525, Centex (CNTX) turun Rp 525 ke Rp 17.500, dan Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 31.625.
(ang/dnl)











































