Tren penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi sejak akhir pekan lalu terhenti hari ini. Dolar AS kembali menembus kisaran Rp 12.000.
Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekuritas, menilai saat ini investor tengah menantikan sentimen berikutnya untuk menggerakkan pasar. Pembentukan kabinet akan menentukan laju pergerakan rupiah berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi sendiri sudah menyerahkan nama-nama calon menterinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sejumlah nama pun mencuat.
Dari 41 nama berikut beberapa di antaranya yang terkait dengan ekonomi:
- Bambang Brodjonegoro (mantan Wakil Menteri Keuangan)
- Rini Soemarno (mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan).
- Darmin Nasution (mantan Gubernur Bank Indonesia).
- Ignasius Jonan (Direktur Utama PT KAI).
- Agus DW Martowardojo (Gubernur BI).
- Yunus Hussein (mantan Kepala PPATK).
- RJ Lino (Dirut PT Pelindo II).
- Mahendra Siregar (mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal).
- Mirza Adityaswara (Deputi Gubernur Senior BI).
Namun untuk posisi-posisi kunci seperti Menteri Keuangan, dia menyarankan Jokowi jangan memilih individu yang terafiliasi dengan partai politik.
"Pak Jokowi sudah janji tidak akan menyerahkan jabatan strategis kepada orang parpol. Kalau sampai dipilih orang parpol, belum apa-apa Pak Jokowi sudah ingkar janji dan market akan merespons negatif," tegasnya.
Untuk posisi Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menjadi kandidat kuat. Lana menilai Bambang adalah figur yang tepat untuk menduduki jabatan tersebut.
"Sudah oke, market juga kenal baik. Yang penting asal jangan terkait parpol kalau untuk menteri strategis seperti Menteri Keuangan," katanya.
Ketika pasar merespons positif, Lana menyakini rupiah bisa kembali menguat. Rupiah bisa kembali ke kisaran di bawah Rp 12.000 per dolar AS.
(hds/dnl)











































