Nama-nama Menteri Ekonomi Jokowi Beredar, Ini Kata Ekonom

Nama-nama Menteri Ekonomi Jokowi Beredar, Ini Kata Ekonom

- detikFinance
Rabu, 22 Okt 2014 11:50 WIB
Nama-nama Menteri Ekonomi Jokowi Beredar, Ini Kata Ekonom
Jakarta - Hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengumumkan nama-nama di kabinetnya. Jika mendapat apresiasi pelaku pasar, maka bisa membantu memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Tren penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi sejak akhir pekan lalu terhenti hari ini. Dolar AS kembali menembus kisaran Rp 12.000.

Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Sekuritas, menilai saat ini investor tengah menantikan sentimen berikutnya untuk menggerakkan pasar. Pembentukan kabinet akan menentukan laju pergerakan rupiah berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Euforia pelantikan sudah selesai, sekarang tinggal tunggu kabinet. Ini yang masih simpang siur," kata Lana kala berbincang dengan detikFinance, Rabu (22/10/2014).

Jokowi sendiri sudah menyerahkan nama-nama calon menterinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sejumlah nama pun mencuat.

Dari 41 nama berikut beberapa di antaranya yang terkait dengan ekonomi:

  • Bambang Brodjonegoro (mantan Wakil Menteri Keuangan)
  • Rini Soemarno (mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan).
  • Darmin Nasution (mantan Gubernur Bank Indonesia).
  • Ignasius Jonan (Direktur Utama PT KAI).
  • Agus DW Martowardojo (Gubernur BI).
  • Yunus Hussein (mantan Kepala PPATK).
  • RJ Lino (Dirut PT Pelindo II).
  • Mahendra Siregar (mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal).
  • Mirza Adityaswara (Deputi Gubernur Senior BI).
Menurut Lana, nama-nama tersebut pada dasarnya akan mendapatkan tanggapan positif dari investor. "Kecenderungannya oke, tidak ada masalah. Market juga tidak akan kaget, karena sudah kenal dengan mereka," tuturnya.

Namun untuk posisi-posisi kunci seperti Menteri Keuangan, dia menyarankan Jokowi jangan memilih individu yang terafiliasi dengan partai politik.

"Pak Jokowi sudah janji tidak akan menyerahkan jabatan strategis kepada orang parpol. Kalau sampai dipilih orang parpol, belum apa-apa Pak Jokowi sudah ingkar janji dan market akan merespons negatif," tegasnya.

Untuk posisi Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro menjadi kandidat kuat. Lana menilai Bambang adalah figur yang tepat untuk menduduki jabatan tersebut.

"Sudah oke, market juga kenal baik. Yang penting asal jangan terkait parpol kalau untuk menteri strategis seperti Menteri Keuangan," katanya.

Ketika pasar merespons positif, Lana menyakini rupiah bisa kembali menguat. Rupiah bisa kembali ke kisaran di bawah Rp 12.000 per dolar AS.

(hds/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads