Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.015 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.995 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 26,150 poin (0,52%) ke level 5.055,494 mengekor penguatan bursa global tadi malam. Aksi beli asing kembali muncul setelah kemarin menjual saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melaju 45,545 poin (0,91%) ke level 5.074,889 didorong aksi beli investor asing. Pelaku pasar masih menanti pengumuman jajaran kabinet Presiden Jokowi.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil kompak menguat. Saham-saham komoditas naik paling tinggi hingga siang hari ini.
Menutup perdagangan, Rabu (22/10/2014), IHSG menanjak 44,979 poin (0,89%) ke level 5.074,323. Sementara Indeks LQ45 melaju 9,032 poin (1,06%) ke level 862,464.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 45,169 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 191.374 kali dengan volume 4,464 miliar lembar saham senilai Rp 4,938 triliun. Sebanyak 206 saham naik, 81 turun, dan 83 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan di zona hijau. Lonjakan Wall Street semalam jadi katalis penggerak bursa Asia.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 391,49 poin (2,64%) ke level 15.195,77.
- Indeks Hang Seng menanjak 315,39 poin (1,37%) ke level 23.403,97.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 13,10 poin (0,56%) ke level 2.326,55.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 57.225, Indofood (ICBP) turun Rp 150 ke Rp 11.175, Sinar Mas (SMMA) turun Rp 100 ke Rp 3.000, dan Trikomsel (TRIO) turun Rp 90 ke Rp 1.255.
(ang/hds)











































