Kenaikan BBM Sedikit Pengaruhi Harga Jual Goodyear

Kenaikan BBM Sedikit Pengaruhi Harga Jual Goodyear

- detikFinance
Kamis, 13 Jan 2005 16:37 WIB
Jakarta - Produsen ban asal AS, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR), memperkirakan rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tahun 2005 ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kenaikan harga jual produk ban perseroan."Untuk kenaikan harga BBM tahun lalu yang telah mengakibatkan naiknya harga bahan baku produk ban seperti karet, kita hanya sedikit menaikkan harga jual karena kita tidak ingin membebani konsumen. Ini akan kita lakukan juga pada tahun ini bila ada kenaikan harga BBM," kata Zakariah Ahmad, Dirut PT Goodyear Indonesia Tbk dalam paparan publik yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Kamis,(13/1/2005).Maka itu lanjut Zakariah, untuk meningkatkan kinerja perseroan pada tahun ini pihaknya akan menekan biaya (cost) serta meningkatkan produktivitas maupun meluncurkan produk-produk baru, meskipun akan ada kenaikan BBM. Pada tahun ini perseroan juga merencanakan untuk meluncurkan dua produk ban baru.Mengenai proyeksi kinerja perseroan tahun 2005 ini, Zakariah mengatakan pihaknya masih sulit untuk membuatnya. Hal ini seiring dengan belum adanya kejelasan rencana pemerintah soal kenaikan harga BBM.Meski demikian Goodyear akan mengacu pada proyeksi Gaikindo soal penjualan mobil nasional tahun 2005 yang naik menjadi 500 ribu unit atau naik sekitar 10 persen pada tahun 2005 bisa berdampak positif terhadap penjualan ban Goodyear. "Ini (proyeksi Gaikindo) cukup positif bagi peningkatan pemakaian ban. Sehingga, penjualan ban kita ikut naik," tuturnya.Goodyear juga akan tetap mempertahankan komposisi penjualan produk ban sebesar 50 persen untuk pasar lokal dan 50 persen untuk pasar ekspor. Pelanggan Goodyear saat ini antara lain Caterpillar, Toyota, Proton, Komatsu, Mercedes-Benz dengan distribusi pasar ekspor antara lain ASEAN dan Asia, Timur Tengah, Eropa, Australia dan Amerika Utara.Per September 2004, Goodyear Indonesia membukukan penjualan sebesar Rp 567,698 miliar atau naik dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 439,159 miliar. Sedangkan laba usaha perseroan juga meningkat menjadi Rp 32,509 miliar per September 2004 dari tahun sebelumnya Rp 26,138 miliar. Sehingga, laba bersih perseroan juga meningkat menjadi Rp 25,641 miliar per September 2004 dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 17,962 miliar. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads