"Setelah Pilpres kemarin, optimisme pasar ke Jokowi sangat besar. Ini bisa menjadi bumerang ke depan," kata Analis First Asia Capital David Sutyanto di acara Prospek IHSG Pasca Pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI Joko Widodo-Jusuf Kalla di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (23/10/2014).
David menjelaskan, harapan besar tersebut bisa saja menjadi bumerang manakala apa yang ditargetkan tidak tercapai. Investor bisa saja mengalami kekecewaan atas ketidakberhasilan Jokowi dalam mencapai target.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, David menyebutkan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan akan terus menunjukkan tren positif. Bahkan di tahun 2015, IHSG akan mampu menembus level 6.000.
"Tahun depan diperkirakan bisa 6.000 tapi belum final. Lihat kenaikan BBM dan faktor lainnya," kata David.
(drk/ang)











































