Percepatan pembangunan infrastruktur di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong perusahaan-perusahaan konstruksi menata ulang struktur permodalannya untuk menjawab peluang tersebut.
Salah satunya seperti yang dilakukan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) yang menerbitkan surat utang (obligasi) dengan nilai mencapai Rp 2 triliun. Sebagai tahap pertama, perseroan akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 500 miliar.
Direktur Utama Waskita M Choliq menuturkan, dana tersebut akan digunakan untuk mendanai sejumlah proyek konstruksi yang saat ini sedang dan akan digarap perusahaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BUMN karya itu saat ini sedang menggarap sejumlah proyek infrastruktur baru seperti jalan tol Pejagan-Pemalang, tol Medan-Tebing Tinggi, dan tol Depok-Antasari.
Adapun kupon yang ditawarkan untuk obligasi tahap I dengan tenor 3 tahun ini adalah sebesar 10,4%. "Akan dibayarkan pokok bunga obligasinya setiap 3 bulan sekali," sambung dia.
Ia menyebut, total raihan dana yang diincar dari penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahap I ini turun sebesar 50% dari rencana awal yang sebesar Rp 1 triliun. Turunnya target perolehan dana ini setelah mempertimbangkan kondisi pasar dan perhitungan aktual kebutuhan dana perseroan untuk saat ini yang hanya sekitar Rp 500 miliar.
"Karena kita butuhnya saat ini baru Rp 500 miliar, jadi kita terbitkan segitu dulu. Nanti yang besar-besar lagi baru tahun depan dan tahun 2016. Jadi tahun depan kita terbitkan lagi, kemudian lagi sampai maksimal Rp 2 triliun sesuai kebutuhan," tuturnya.
Memuluskan prosesi ini, Perseroan telah menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Sekuritas sebagai penjamin emisi (joint-underwriters). Obligasi tersebut juga meraih peringkat A+ dari Pefindo.
(dna/ang)











































