Bursa Global dan Regional Beri IHSG Sentimen Positif

Rekomendasi Saham

Bursa Global dan Regional Beri IHSG Sentimen Positif

- detikFinance
Rabu, 29 Okt 2014 08:54 WIB
Bursa Global dan Regional Beri IHSG Sentimen Positif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin sempat anjlok hingga ke level 4.900-an gara-gara tekanan jual yang dilakukan investor asing. Minimnya sentimen membuat IHSG tak mampu naik ke zona hijau.

Menutup perdagangan, Selasa (28/10/2014), turun 22,988 poin (0,46%) ke level 5.001,304. Sementara Indeks LQ45 melemah 4,811 poin (0,57%) ke level 846,531.

Wall Street berakhir di zona hijau didorong kinerja keuangan emiten yang positif. Tiga indeks acuan di bursa Paman Sam melonjak lebih dari satu persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melonjak 187,81 poin (1,12%) ke level 17.005,75, Indeks S&P 500 bertambah 23,42 poin (1,19%) ke level 1.985,05 dan Indeks Komposit Nasdaq melaju 78,36 poin (1,75%) ke level 4.564,29.

Hari ini IHSG diperkirakan bisa rebound dengan banyak sentimen positif yang beredar. Kompaknya bursa global dan regional yang menguat bisa memberi dorongan aksi beli investor.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 207,44 poin (1,35%) ke level 15.537,35.
  • Indeks Straits Times menguat 10,71 poin (0,33%) ke level 3.222,36.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Selasa (28/10) IHSG turun 23 poin (-0,46%) ke level 5.001,30 menyusul keluarnya sejumlah laporan keuangan perusahaan yang tercatat di bawah estimasi pasar.

Saham-saham yang menjadi pemberat bursa a.l. TLKM, BBRI, UNVR, GGRM, dan BBNI. Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 306,4 miliar dengan saham-saham yang banyak dilepas asing a.l. TLKM, INTP, UNVR, WIKA, dan MYRX.

Secara teknikal, penurunan hari ini disertai volume dan tutup di area lower band membuat minor trend menjadi bearish. Stochastic negatif sementara RSI death cross dan MACD positif divergence.

Hari ini (29/10) indeks diperkirakan masih akan melemah di kisaran 4.985-5.040 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. BBNI, SMGR, TLKM, APLN, dan CPGT.

Rupiah Selasa (28/10) ditutup di level 12.170 dan hari ini (29/10) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.103-12.260 dengan kecenderungan melemah.

Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 28 Oktober 2014 ditutup melemah 0,46% pada level 5001. Sektor infrastruktur mengalami pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp 638,1 miliar.

Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang dipicu oleh kinerja laporan keuangan emiten serta data ekonomi, menjelang hasil pertemuan The Fed yang akan diumumkan nanti malam. The Fed memulai pertemuan dua hari.

Hingga saat ini sebanyak 79% emiten indeks S&P500 yang telah melaporkan kinerjanya membukukan laba yang melebihi estimasi, sedangkan sebanyak 62% membukukan pendapatan yang melebihi perkiraan.

Menurut konsensus Bloomberg, rata-rata laba emiten diperkirakan tumbuh 6,3% dan pendapatan tumbuh 4,1%. Sementara itu data durable good orders untuk bulan September secara tak terduga turun, yang merupakan penurunan bulan kedua berturut-turut.

Penurunan ini disebabkan oleh turunnya permintaan akan mesin dan komputer. Data durable orders turun 1,3% setelah bul an sebelumnya turun 18,3%, sedangkan perkiraan naik 0,6%. Indeks consumer confidence bulan Oktober naik pada level 94,5, yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2007, dari bulan sebelumnya yang berada pada level 89.

Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG akan berada di kisaran level 4980-5050. Rekomendasi: BSDE, PGAS, ASII, BMRI, BBCA, WIKA, KLBF.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads