PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) membukukan laba bersih US$ 9,5 juta (Rp 114 miliar) di akhir September 2014, turun tipis 5% dibandingkan laba periode yang sama tahun sebelumnya US$ 10 juta (Rp 120 miliar).
Pada triwulan yang berakhir September, Medco membukukan total penjualan US$ 552 juta. Sektor Eksplorasi & Produksi minyak dan gas (E&P) berkontribusi 94% dari total penjualan, atau sebesar US$ 518 juta, dari volume minyak dan gas (migas) bumi sebesar 53.300 barel setara minyak per hari selama periode 1 Januari hingga 30 September 2014.
Mengikuti pola pergerakan harga dunia, minyak bumi mencapai harga rata-rata US$ 106,3 per barel, turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013 yaitu US$ 108,5 per barel. Sedangkan harga rata-rata gas US$ 5,60 per MMBTU, naik 11% dari AS$ 5,04 per MMBTU pada tahun 2013 atas keberhasilan Perseroan melakukan renegosiasi kontrak penjualan gas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyelesaian kedua proyek tersebut mencerminkan realisasi proyek utama Perseroan yang akan diikuti oleh proyek-proyek utama lainnya seperti Block A, Simenggaris, Libya dan Tunisia di kurun waktu 2017 β 2019," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (29/10/2014).
Pada 17 September 2014 yang lalu, Perseroan sudah dapat persetujuan komersialiasi kedua atas keberhasilan eksplorasi dan penemuan cadangan minyak di Libya. Persetujuan ini akan menambah cadangan 2P (Terbukti dan Terduga) migas Perseroan sebesar 208 MMBOE (gross) dan juga produksi minyak nantinya.
"Saya yakin Medco Energi akan tumbuh pesat seiring dengan selesainya Proyek-Proyek Utama Perseroan, Proyek Gas Senoro pada 2015 yang akan diikuti penyelesaian Proyek-Proyek Utama lainnya pada tahun 2017 dan seterusnya,β ujarnya.
Dalam periode yang sama, Medco sudah menemukan cadangan migas baru pada Sumur Hijau-2, Blok South Sumatera, Indonesia dan Sumur P2 dan O2, Area 47, Libya.
Medco juga sudah akuisisi 100% saham Storm Ventures International (Barbados) Ltd. dengan Chinook Energy, Inc. untuk kepemilikan hak partisipasi di delapan wilayah kerja E&P Migas di Tunisia.
Perseroan juga terus mengembangkan pasar gas domestik dengan menandatangani dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT PLN (Persero) dan PT MEPPOGEN. Pasokan gas tersebut akan digunakan untuk kebutuhan pembangkitan listrik di wilayah Kalimantan Utara dan Sumatera Selatan. (ang/dnl)











































