BEI Targetkan 35 Perusahaan Masuk Lantai Bursa Tahun Depan

BEI Targetkan 35 Perusahaan Masuk Lantai Bursa Tahun Depan

- detikFinance
Rabu, 29 Okt 2014 17:12 WIB
BEI Targetkan 35 Perusahaan Masuk Lantai Bursa Tahun Depan
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik ada 35 perusahaan masuk lantai bursa tahun depan melalui mekanisme pencatatan saham baru (Initial Public Offering/IPO). Selain itu BEI memperkirakan 60 emiten akan melakukan pencatatan tambahan (right issue dan saham bonus).

Direktur Utama BEI, Ito Warsito, mengaku optimistis perekonomian Indonesia akan semakin prospektif dan berdampak positif terhadap pertumbuhan pasar modal Indonesia di sepanjang 2015 mendatang.

"Oleh karena itu, BEI tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses perdagangan dengan mewujudkan infrastruktur dan sistem perdagangan bursa yang semakin handal, sehingga dalam beberapa tahun ke depan dapat memenangkan persaingan dengan bursa-bursa lain di kawasan regional," katanya dalam RUPS BEI seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (29/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BEI juga memprediksi akan terdapat 49 emisi obligasi korporasi dan 65 seri obligasi negara di 2015. Sementara BEI memproyeksi omzet sebesar Rp 900,93 miliar tahun depan atau meningkat dibandingkan pendapatan pada RKAT 2014-Revisi senilai Rp 783,5 miliar.

Peningkatan tersebut diperkirakan karena adanya kenaikan pada pos Pendapatan Usaha sebesar 20,08% menjadi Rp 787,63 triliun. Selain itu, diproyeksikan Biaya Usaha BEI untuk tahun 2015 adalah sebesar Rp 772,73 miliar (termasuk Biaya Iuran OJK sebesar Rp118,15 miliar) sehingga Laba Sebelum Pajak menjadi Rp 128,21 miliar.

Setelah dikurangi estimasi beban pajak sebesar Rp 46,50 miliar maka perkiraan nilai Laba Bersih BEI di 2015 sebesar Rp 81,71 miliar.

Di sisi lain, total biaya investasi di bidang teknologi informasi dan perkantoran BEI di tahun depan diproyeksikan mencapai Rp 109,73 miliar atau mengalami penurunan 1,15% dibandingkan dengan RKAT 2014-Revisi yang sebesar Rp 111 miliar.

Penurunan ini disebabkan karena sebagian investasi di 2014 diproyeksikan terealisasi di tahun ini sehingga tidak dianggarkan kembali di tahun depan. Namun demikian, terdapat beberapa inisiatif strategis investasi baru di bidang teknologi informasi yang dianggarkan pada 2015, antara lain pada sinkronisasi, optimalisasi, dan peningkatan pada beberapa bagian di sistem perdagangan sehingga sub total investasi di sistem perdagangan di tahun 2015 diperkirakan akan mencapai Rp 6,62 miliar.

Total Aset BEI pada 2015 diproyeksikan sebesar Rp 1,99 triliun atau naik 5,66% dari RKAT 2014-Revisi yang berjumlah Rp 1,88 triliun. Adapun Saldo Akhir Kas dan Setara Kas (termasuk investasi jangka pendek) di tahun 2015 diproyeksikan mencapai Rp 1,32 triliun atau mengalami kenaikan 4,48% dibandingkan hasil RKAT 2014-Revisi sebesar Rp 1,27 triliun.

RUPSLB BEI hari ini dihadiri oleh 107 pemegang saham atau sebanyak 98,17% dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads