Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 1,150 poin (0,02%) ke level 5.072,906. Indeks bergerak stagnan setelah dapat kabar dari The Fed yang menghentikan program stimulusnya.
Aksi jual investor domestik membuat indeks bergerak ke bawah sampai ke titik terendahnya hari ini 5.040. Investor asing masih berburu saham, tapi belum mampu bawa IHSG menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya sektor agrikultur yang bisa menguat dengan lonjakan cukup tinggi hingga lebih dari 3%. Tapi sembilan sektor lainnya terjebak di zona merah.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 112.131 kali dengan volume 2,627 miliar lembar saham senilai Rp 5,569 triliun. Sebanyak 84 saham naik, 175 turun, dan 87 saham stagnan.
Nilai dan volume transaksi hari ini melonjak cukup tinggi gara-gara adanya transaksi pengalihan saham PT Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp 3,2 triliun di pasar negosiasi. Transaksi ini difasilitasi dua broker, yaitu Credit Suisse Securities (CS) dan Maybank Kim Eng Securities (ZP).
Bursa-bursa di Asia masih bergerak variatif hingga siang hari ini. Pelaku pasar regional merespons kebijakan The Fed berbeda-beda.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 109,78 poin (0,71%) ke level 15.663,69.
- Indeks Hang Seng melemah 41,64 poin (0,17%) ke level 23.778,23.
- Indeks Komposit Shanghai naik 2,97 poin (0,13%) ke level 2.376,00.
- Indeks Straits Times menipis 0,23 poin (0,01%) ke level 3.223,80.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 975 ke Rp 20.875, Matahari (LPPF) naik Rp 575 ke Rp 14.575, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 30.550, dan BCA (BBCA) naik Rp 375 ke Rp 13.000.
(ang/hds)











































