Turunnya laba karena keuntungan dari akuisisi Balangan pada sembilan bulan pertama tahun 2013 dimasukkan ke dalam komponen ini. Laba inti perseroan, yang tidak termasuk komponen akuntansi non operasional, naik 36% menjadi US$ 291 juta.
"Bisnis Adaro berjalan dengan baik sepanjang tahun ini walaupun pasar batu bara masih diliputi situasi yang sulit. Kinerja perusahaan mencerminkan kekuatan dan efisiensi bisnis inti serta ketahanan model bisnisnya," kata Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir, dalam siaran pers, Jumat (31/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beban pokok pendapatan relatif stabil pada US$ 1,921 miliar, sehingga EBITDA naik 11% menjadi US$ 701 juta. EBITDA operasional tidak termasuk keuntungan satu kali yang diperoleh dari penjualan 35% kepemilikan atas PT Servo Meda Sejahtera (SMS) dan beban yang terkait dengan penilaian pajak sebelumnya untuk tahun keuangan 2012.
Permintaan terhadap batu bara Adaro tetap tinggi dengan volume penjualan yang meningkat 8% menjadi 42,4 Mt. Volume produksi juga meningkat sebesar 8% menjadi 41,9 Mt dan Adaro berada pada jalur yang tepat untuk mencapai panduan produksi tahun 2014 sebesar 54-56 Mt.
(ang/dnl)











































