PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) mencatat rugi Rp 33,3 miliar di akhir September 2014, kerugian ini bengkak 800% dibandingkan rugi pada periode yang sama tahun lalu Rp 3,7
Tingginya kerugian yang dialami operator bioskop Blitzmegaplex ini seiring omzet alias pendapatan yang turun, dari sebelumnya Rp 228,6 miliar di triwulan III-2013 menjadi Rp 227,1 miliar tahun ini.
Meski omzet turun, tapi beban pokok pendapatan Perseroan justru naik tinggi, mencapai Rp 103 miliar di sembilan bulan pertama, bandingkan dengan tahun lalu hanya Rp 85 miliar. Belum lagi ditambah beban operasional yang juga naik menjadi Rp 165,6 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mengatasi kondisi-kondisi di atas selama periode 2014 dan 2013 manajemen Grup telah melaksanakan dan akan terus melaksanakan beberapa program berikut," kata manajemen Blitz dalam laporan keuangannya, Senin (3/11/2014).
Program tersebut di antaranya melanjutkan untuk tetap beda dari bioskop kompetitor dengan memperkenalkan hiburan unik, mengadopsi teknologi yang canggih dan memastikan jaringan film yang kuat dalam rangka memperkuat pendapatan.
Selain itu, Perseroan juga akan melakukan efisiensi biaya dengan mengendalikan biaya operasional, serta mengembangkan biosko Blitzmegaplex terutama di luar kota Jakarta.
Saham BLTZ hingga penutupan perdagangan Sesi I berada di level Rp 3.000 per lembar. Sahamnya stagnan karena tidak diperdagangkan sama sekali.
(ang/dnl)











































