Pada Selasa (4/11/2014), IHSG ditutup di posisi 5.070,94. Melemah 14,57 poin atau 0,29%. Sementara Indeks LQ45 ditutup 864,29. Melemah 4,02 poin (0,46%).
Nilai tukar rupiah saat penutupan pasar tercatat di posisi Rp 12.108 per dolar AS. Menguat dibandingkan kala pembukaan pasar yaitu Rp 12.133 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kurang bergairahnya pasar terlihat dari frekuensi perdagangan yang hanya 204.276 kali yang melibatkan 4,33 miliar saham senilai Rp 4,85 triliun.
Saham-saham aneka industri jadi yang paling banyak dilepas investor. Ini menyebabkan sektor ini melemah paling dalam yaitu 1,21%. Sementara hanya ada 3 sektor saham yang mampu bertahan positif yaitu keuangan, konstruksi, dan barang konsumsi.
Saham-saham yang melemah tajam dan menjadi top losers antara lain Roda Vivatex (RDTX) turun Rp 750 menjadi Rp 5.250, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 650 menjadi Rp 23.200, dan Mayora (MYOR) turun Rp 600 menjadi Rp 26.500.
Sedangkan saham-saham yang menguat tajam dan menjadi top gainers antara lain Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp 50.000 menjadi Rp 1,3 juta, Gudang Garam naik Rp 2.750 menjadi Rp 60.700, dan Delta Djakarta (DLTA) naik Rp 900 menjadi Rp 38.900.
Bursa regional bergerak mixed. Namun bursa Jepang menguat tajam karena sentimen stimulus moneter dari bank sentral di Negeri Matahari Terbit.
Berikut perkembangan sejumlah bursa di Asia:
- Nikkei 225 menguat 448,71 (2,73%) menjadi 16.862,47
- Hang Seng menguat 296,02 (1,25%) ke posisi 23.998,06
- KOSPI menguat 13,21 (0,24%) menjadi 5.498,24
- Straits Times turun 7,86 (0,24%) menjadi 3.282,98











































