Mengakhiri perdagangan, Selasa (4/11/2014), IHSG ditutup di posisi 5.070,94. Melemah 14,57 poin atau 0,29%. Sementara Indeks LQ45 ditutup 864,29. Melemah 4,02 poin (0,46%).
Turunnya harga minyak dunia memberi sentimen negatif ke Indeks S&P 500 dan Nasdaq di Wall Street. Saham-saham energi langsung kena koreksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan berada di zona merah. Masih ada sentimen negatif dari pasar global dan regional akan menghambat laju IHSG.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menipis 8,72 poin (0,05%) ke level 16.853,75.
- Indeks Straits Times turun 6,09 poin (0,19%) ke level 3.275,48.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Selasa (4/11) IHSG naik turun 15 poin (-0,3%) ke level 5.070,94 di tengah sikap pasar yang wait & see menunggu kejelasan tentang kenaikan harga BBM.
Saham-saham yang menjadi pemberat bursa hari ini a.l. BBCA, TLKM, ASII, BBRI, dan UNVR. Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 600 juta dengan saham-saham yang banyak dibeli asing a.l. BMRI, ASII, GGRM, LPPF, dan KLBF.
Secara teknikal, indeks turun disertai volume namun masih di atas MA5-nya. Stochastic dan RSI berpeluang death cross sementara MACD positif divergence.
Hari ini (5/11), IHSG diperkirakan masih akan melemah di kisaran 5.050-5.125 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. GGRM, LPPF, ERAA, PWON, SILO.
Rupiah Selasa (4/11) ditutup di level 12.110 dan hari ini (5/11) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.070-12.173 dengan kecenderungan menguat.
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 4 November 2014 ditutup melemah 0,29% pada level 5070. Sektor aneka industri menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp 197,2 miliar.
Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup mix. Melemahnya indeks S&P500 dipicu oleh turunnya harga saham energi setelah harga minyak mentah berlanjut melemah pada level terendah selama tiga tahun terakhir hingga sempat pada level US$ 75,84 per barel.
Turunnya harga minyak ini karena pemangkasan ongkos kirim dari Arab Saudi dan spekulasi akan meningkatnya suplay. Data factory orders turun 0,6%, sesuai dengan estimasi. Data neraca perdagangan AS bulan September menunjukkan defisit yang melebar 7,6% menjadi US$ 43 miliar, yang terbesar sejak bulan Mei.
Melebarnya defisit tersebut akibat turunnya ekspor, yang mengindikasikan ekonomi AS mulai terpengaruh oleh melambatnya ekonomi global. Kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dunia semakin intens setelah Komisi Eropa menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi area euro dan menyatakan kemungkinan inflasi akan lebih rendah dari prediksi ECB.
Pada pertemuan ECB 6 November nanti akan semakin kuat tekanan kepada ECB untuk mempertimbangkan stimulus tambahan. Untuk indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed to low. IHSG akan berada di kisaran level 5032 Γ’β¬β 5107. Rekomendasi: GGRM, JSMR, LSIP, BSDE, BBRI, BBCA, BMRI, ADRO.
(ang/ang)











































