Pertumbuhan Ekonomi RI Terendah Sejak 2009, IHSG Menipis 4 Poin

Pertumbuhan Ekonomi RI Terendah Sejak 2009, IHSG Menipis 4 Poin

- detikFinance
Rabu, 05 Nov 2014 16:16 WIB
Pertumbuhan Ekonomi RI Terendah Sejak 2009, IHSG Menipis 4 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 4 poin terkena aksi jual yang mulai muncul di perdagangan sesi sore. Lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia jadi sentimen negatif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.130 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.105 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 4,304 poin (0,08%) ke level 5.075,244 menjelang pengumuman data pertumbuhan ekonomi. Adanya saham baru di lantai bursa memberi semangat pelaku pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG menanjak secara perlahan di zona hijau meski poin yang dicetaknya tidak terlalu banyak. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,01% di triwulan III-2014 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 5,12% (year-on-year). Ini merupakan yang terendah sejak 2009.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 4,858 poin (0,10%) ke level 5.075,798 merespons lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Investor menahan diri untuk bertransaksi dalam jumlah banyak.

Aksi beli asing yang pagi tadi cukup ramai kini mulai seret. Akhirnya indeks sempat jatuh ke titik terendahnya hari ini di 5.052 sebelum penutupan perdagangan.

Menutup perdagangan, Rabu (4/11/2014), IHSG menipis 4,108 poin (0,08%) ke level 5.066,832. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,231 poin (0,03%) ke level 864,058.

Investor asing pun memilih keluar sejenak dari lantai bursa. Transaksi pemodal asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 377,127 miliar di seluruh pasar, sedangkan di pasar reguler hanya Rp 189,252 miliar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 188.441 kali dengan volume 5,686 miliar lembar saham senilai Rp 4,549 triliun. Sebanyak 124 saham naik, 170 turun, dan 88 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berakhir mixed hingga sore hari ini. Belum ada sentimen positif yang bisa menjadi katalis penggerak pasar regional.

Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 74,85 poin (0,44%) ke level 16.937,32.
  • Indeks Hang Seng melemah 150,04 poin (0,63%) ke level 23.695,62.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 11,42 poin (0,47%) ke level 2.419,25.
  • Indeks Straits Times menguat 6,04 poin (0,18%) ke level 3.287,61.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 61.700, Blue Bird (BIRD) naik Rp 950 ke Rp 7.450, United Tractor (UNTR) naik Rp 725 ke Rp 18.600, dan Siloam (SILO) naik Rp 300 ke Rp 14.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 50.000 ke Rp 1,25 juta, Merck (MERK) turun Rp 5.500 ke Rp 167,500, SMART (SMAR) turun Rp 800 ke Rp 7.700, dan Mayora (MYOR) turun Rp 575 ke Rp 25.925.

(ang/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads