Bursa Global Bisa Bawa IHSG Positif

Rekomendasi Saham

Bursa Global Bisa Bawa IHSG Positif

- detikFinance
Kamis, 06 Nov 2014 08:42 WIB
Bursa Global Bisa Bawa IHSG Positif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menipis 4 poin terkena aksi jual yang mulai muncul di perdagangan sesi sore. Lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia jadi sentimen negatif.

Menutup perdagangan, Rabu (4/11/2014), IHSG menipis 4,108 poin (0,08%) ke level 5.066,832. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 0,231 poin (0,03%) ke level 864,058.

Indeks Dow Jones dan S&P di Wall Street berhasil cetak rekor baru setelah senat Amerika Serikat (AS) meloloskan undang-undang baru soal energi ramah lingkungan. Data tenaga kerja juga memberi sentimen positif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 100,69 poin (0,58%) ke leve 17.484,53, Indeks S&P 500 bertambah 11,47 point (0,57%) ke level 2.023,57 dan Indeks Komposit Nasdaq menipis 2,92 poin (0,06%) ke level 4.620,72.

Hari ini IHSG diperkirakan bisa berjalan di zona hijau jika memanfaatkan momentum positif dari bursa global dan regional. Lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa jadi faktor penghambat laju IHSG.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
Indeks Nikkei 225 menguat 53,26 poin (0,31%) ke level 16.990,58.
Indeks Straits Times naik 6,15 poin (0,19%) ke level 3.293,81.

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Rabu (5/11) IHSG turun 4 poin (-0,08%) ke level 5.066,83 menyusul keluarnya data GDP yang di bawah ekspektasi pasar.

Saham-saham yang menjadi pemberat bursa a.l. BMRI, UNVR, BBNI, SMGR, dan KLBF. Asing masih melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 189,2 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual a.l. BBNI, ACES, SMGR, ADHI, dan UNVR.

Secara teknikal, indeks turun disertai volume dan masih berada di fase minor sideways. Stochastic deathcross sementara RSI berpeluang deathcross dan MACD positif divergence.

Hari ini (6/11) IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat terbatas di kisaran 5.050-5.100 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. MLPL, UNTR, AALI, BBCA, dan INAF.

Rupiah Rabu (5/11) tutup di level 12.143 dan hari ini (6/11) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.041-12.171 dengan kecenderungan menguat.

Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 5 November 2014 ditutup melemah 0,08% pada level 5066. Sektor perkebunan menyumbangkan pelemahan terbesar, seiring dengan pelemahan harga CPO.

Investor asing melakukan net sell senilai Rp377,1 miliar. Pertumbuhan ekonomi RI pada Q3 2014 sebesar 5,01% vs prev 5,12%.

Indeks di bursa Wall Street ditutup mix di mana indeks Dow Jones dan S&P500 ditutup menguat, sedangkan Nasdaq Composite melemah. Penguatan indeks dipicu oleh kemenangan Partai Republik di pemilihan senat AS serta reboundnya minyak mentah yang mendorong kenaikan saham pada sektor energi.

Kenaikan harga minyak mentah disebabkan oleh data cadangan minyak AS yang meningkat tidak sebanyak yang diperkirakan sebelumnya. Data ADP Employment Oktober meningkat lebih banyak dibandingkan bulan sebelumnya.

Dollar AS menguat terhadap yen Jepang pada level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, karena kemenangan Partai Republik di Senat AS dalam pemilu. Pasar juga menantikan per temuan ECB pada hari ini, yang merupakan pertemuan pertama setelah Bank of Japan meningkatkan stimulusnya.mengharapkan ECB akan mengeluarkan stimulus baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di area euro.

Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG akan berada di kisaran level 5032-5107. Rekomendasi: GGRM, JSMR, ASII, SMRA, BBRI, BBCA, BMRI, UNTR.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads