Surat utang tersebut terbagi menjadi Rp 9 triliun berbentuk obligasi dan sisanya Rp 1 triliun berbentuk sukuk.
Pada tahap pertama, perseroan akan menerbitkan dan menawarkan obligasi sebesar Rp 2,2 triliun dan sukuk senilai Rp 300 miliar. Keduanya diterbitkan dalam mata uang rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
”Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini merupakan bagian dari rencana keuangan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan sekaligus memperbaiki struktur permodalan dan profil utang," kata CEO Indosat, Alexander Rusli, dalam siaran pers, Kamis (6/11/2014).
Obligasi Berkelanjutan I Indosat Tahap I diterbitkan dalam empat seri dengan jangka waktu jatuh tempo berbeda, mulai dari tiga hingga sepuluh tahun. Bunganya mulai 9% sampai 10,85% per tahun.
Sedangkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap I diterbitkan dalam tiga seri dengan angka waktu jatuh tempo berbeda. Bunga yang ditawarkan sama dengan obligasi.
"Kami harapkan hal ini akan memberi efek prositif untuk pengembangan bisnis ke depan dan kami dapat semakin fokus dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan," ujar Alex.
Bookbuilding akan berlaku mulai 6 November 2014 sampai dengan 20 November 2014. Tanggal efektif diharapkan didapatkan pada 2 Desember 2014 sehingga pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilakukan pada 11 Desember 2014.
Penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah Indosat ini dibantu oleh penjamin pelaksana emisi yang terdiri dari PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia dan PT HSBC Securities Indonesia. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
(ang/dnl)











































