Tapi ternyata, jumlah penyerapan tenaga kerja di Oktober tidak sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar.
Di Oktober, ekonomi AS menyerap 214 ribu tenaga kerja baru, dan tingkat pengangguran turun menjadi 5,8% atau yang terendah dalam 6 tahun terakhir. Ini menandakan, perekonomian AS bertahan di tengah menurunnya ekonomi dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka tenaga kerja ini di bawah ekspektasi. Namun hingga menunggu keputusan kenaikan suku bunga, pasar saham akan penuh tekanan," ujar Analis dari JPMorgan, David Kelly, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (8/11/2014).
Kondisi yang sama juga terjadi di kawasan Eropa, bursa saham turun karena pelaku pasar pesimistis akan pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Kondisi ini dikhawatirkan melemahkan permintaan kredit bank, sehingga saham-saham perbankan tertekan.
Sementara nilai tukar euro terhadap dolar AS naik 0,65%, menjadi US$ 1,2453, dari posisi sebelumnya US$ 1,2357. Dolar juga melemah 0,55% terhadap yen. Nilai dolar menjadi 114,57 yen, dari sebelumnya 115,59 yen.
Untuk harga minyak, tetap stabil di kisaran US$ 83 per barel, setelah beberapa bulan turun tajam. Minyak jenis Brent naik tipis 53 sen menjadi US$ 83,39 per barel.
(dnl/dnl)











































