Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (7/11/2014), IHSG jatuh 46,807 poin (0,93%) ke level 4.987,424. Sementara Indeks LQ45 anjlok 10,330 poin (1,20%) ke level 847,286.
Nilai tukar dolar di pasar dunia turun, sementara pasar saham Wall Street stagnan pada perdagangan akhir pekan lalu. Padahal laporan ekonomi di AS menyatakan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja, dan penurunan pengangguran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan berjalan di jalur merah. Investor masih menanti kepastian soal kenaikan harga BBM subsidi dan UMP DKI Jakarta yang selalu diprotes buruh.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 101,37 poin (0,60%) ke level 16.779,01.
- Indeks Straits Times naik 24,87 poin (0,76%) ke level 3.311,26.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Bahana Securities
Pada perdagangan Jumat (7/11) IHSG turun turun 47 poin (-0,93%) ke level 4.987,42 di tengah isu mengenai UMP dan BBM serta masih terkena dampak melambatnya data pertumbuhan ekonomi plus inflasi yang melebihi estimasi semula.
Saham-saham yang menjadi pemberat bursa a.l. BBCA, TLKM, BBRI, BMRI, dan UNVR. Asing tercatat melakukan sell dipasar reguler sebesar Rp 333,6 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing a.l. TLKM, ACES, BBRI, INTP, dan INDF.
Secara teknikal, IHSG turun disertai volume dengan pola double top yang menunjukkan sinyal downtrend. Stochastic, negatif sementara RSI death cross dan MACD berpeluang bearish crossover.
Hari ini (10/11) IHSG diperkirakan akan cenderung melemah di kisaran 4.935-5.050 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ADRO, ASII, TBIG, WTON, dan MTFN.
Rupiah Jumat (7/11) ditutup di level 12.174 dan hari ini (10/11) diperkirakan akan bergerak di kisaran 12.114-12.225 dengan kecenderungan melemah.
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Jumat 7 November 2014 ditutup melemah 0,93% pada level 4987. Sektor industri dasar dan kimia serta sektor perdagangan menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp183,8 miliar. Pelemahan IHSG antara lain disebabkan oleh ketidakpastian akan kenaikan harga BBM subsidi karena tidak segera diumumkan secara resmi kapan dan berapa besar kenaikannya. Indeks Dow Jones dan S&P500 ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan lalu dan mencapai rekor tertinggi baru. Penguatan itu didorong oleh data tenaga kerja AS. Data nonfarm payrolls bulan Oktober menunjukkan adanya penyerapan tenaga kerja sebanyak 214 ribu, lebih rendah dari bulan sebelumnya 256 ribu dan lebih rendah dari estimasi yang sebanyak 235 ribu. Namun tingkat pengangguran turun menjadi 5,8% dari bulan sebelumnya 5,9% dan lebih baik dari estimasi yang sebesar 5,9%. Dollar AS mengalami koreksi setelah dirilisnya data nonfarm payrolls tersebut. Pa da pekan ini data ekonomi AS yang akan dirilis diantaranya wholesale inventories, initial claims, retail sales, Mich Sentiment dan business inventories. Dari domestik, pada hari Kamis akan dilaksanakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG akan berada di kisaran level 4958-5020. Rekomendasi: ADRO, JSMR, ASII, GGRM, UNTR, SMRA, MPPA, TAXI.
(ang/ang)











































