Reksa Dana Haji Sisihkan Infak untuk Naik Haji Kaum Dhuafa
Senin, 17 Jan 2005 16:00 WIB
Jakarta - PT Insight Investment Management menerbitkan reksa dana haji syariah dengan target dana kelolaan sebesar Rp 1 triliun atau 1 miliar unit penyertaan dengan harga nilai aktiva bersih awal sebesar Rp 1000. Reksa dana haji syariah ini merupakan reksa dana syariah yang akan menginvestasikan dananya pada obligasi pendapatan tetap dalam bentuk syariah. Namun berbeda dengan reksa dana syariah lainnya, reksa dana haji syariah menyisihkan 1 persen dari nilai aktiva bersih sebagai infak untuk naik haji bagi masyarakat yang tidak mampu.Menurut Dirut Insight Investment Management Haminanto Adinugraha dalam peluncuran reksadana di WTC, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (17/1/2005), target dana kelolaan sebesar Rp 1 triliun diharapkan tercapai 2-3 tahun ke depan. Sementara untuk tahun pertama diharapkan dana kelolaan sebesar Rp 200 miliar. Reksa dana ini memberikan imbal hasil dengan menggunakan patokan deposito mudharabah plus 2-3 persen. Saat ini deposito mudharabah memiliki tingkat bagi hasil sebesar 7,5-8 persen. Tingkat pendapatan dari reksa dana haji syariah ini sudah di luar infak haji yang sebesar 1 persen. Bertindak sebagai wali dan bank kustodian adalah PT Bank Niaga tbk. Saat ini reksa dana haji syariah telah mendapatkan sponsor awal sebesar Rp 14,4 miliar yang berasal dari PT Taspen, PT Jamsostek, PT Bank Syariah Mandiri, BII Syariah platinum, Dana Pensiun Krakatau Steel dan beberapa individu lainnya. Minimum pembelian awal reksa dana ini sebesar Rp 500 ribu dan selanjutnya minimum Rp 250 ribu. Untuk tahun pertama diharapkan perseroan sudah bisa memberangkatkan 30 jemaah haji. Sedangkan jika dana kelolan sudah mencapai Rp 1 triliun, diperkirakan ada sekitar 300 calon jamaah haji yang akan diberangkatkan dengan terlebih dahulu melalui seleksi.
(qom/)











































