Mengakhiri perdagangan, Selasa (11/11/2014), IHSG ditutup di posisi 5.032,28. Menguat 66,89 poin (1,3%). Sementara Indeks LQ45 ditutup di posisi 859,04. Menguat 15,5 poin atau 1,84%.
Indeks Dow Jones dan S&P 500 di Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah menguat di perdagangan kelimanya. Rekor ini bisa diraih di tengah perdagangan yang sepi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Indeks Komposit Nasdaq bertambah 8,94 poin (0,19%) ke level 4.660,56. Volume perdagangan tipis akibat libur Hari Pahlawan. Janya 5,5 miliar lembar saham diperdagangkan, di bawah rata-rata harian 6,8 miliar lembar saham bulan ini.
Hari ini IHSG diperkirakan bisa melanjutkan penguatan jika investor bisa memanfaatkan momentum positif rekor Wall Street semalam. Aksi beli asing diprediksi kembali muncul.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 205,80 poin (1,20%) ke level 17.329,91.
- Indeks Straits Times menipis 1,61 poin (0,05%) ke level 3.290,54.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) melanjutkan kenaikannya dan mencetak rekor tertinggi. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar +0,01% dan indeks S&P500 sebesar +0,07%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh kebijakan moneter Jepang. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar +1,49% dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan +0,06%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas terus terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,47% ke level US$77,57 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,09% ke posisi US$1.161,90 per troy ounce.
Dari dalam negeri, Kementerian Keuangan mengungkapkan jika realisasi belanja hingga September 2014 telah mencapai Rp1.234,67 triliun (65,8%) dari target APBN-Perubahan 2014 sebesar Rp1.876,9 triliun.
Penyerapan belanja negara tahun ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni 63,3% atau sebesar Rp1.092,74 triliun.
Di sisi lain, defisit anggaran juga mengalami kenaikan, yakni 63,5% dari target APBNP 2014 atau sebesar Rp153,36 triliun. Sementara tahun lalu, defisit anggaran tercatat Rp110,58 triliun atau 49,3% dari APBNP 2013. Di samping itu, realisasi pembiayaan telah mencapai Rp238,50 triliun, atau 98,8% dari target APBNP 2014, lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 179,02 triliun (79,9%) dari target APBNP 2013.
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan jika indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berpotensi menguat. IHSG akan bergerak di kisaran support 4.962 dan resistance 5.073. IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG bergerak menguat dan ditutup pada level 5.032, naik +1,35%.
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Selasa 11 November 2014 ditutup menguat 1,35% pada level 5032. Semua sektor menguat dengan kontribusi penguatan terbesar pada sektor infrastruktur.
Investor asing melakukan net buy senilai Rp 934,8 miliar. Penguatan IHSG antara lain dipicu oleh faktor positif penguatan indeks bursa global serta rebound secara teknikal setelah selama enam hari berturut-turut IHSG mengalami koreksi.
Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup menguat yang masih didukung oleh optimisme akan membaiknya perekonomian AS di tengah ancaman perlambatan ekonomi global. Penguatan saham sektor properti menjadi penopang penguatan indeks ditengah melemahnya saham sektor industri.
Indeks S&P500 mengalami reli selama lima hari berturut-turut, yang merupakan reli terpanjang sejak bulan Juni. Indeks S&P500 telah mengalami rebound sebesar 9,5% sejak level terendahnya bulan Oktober lalu yang antara lain didukung oleh laporan kinerja emiten pada triwulan III yang lebih baik dari estimasi serta perkembangan data ekonomi AS yang berlanjut mengalami pemulihan, meskipun The Fed telah melakukan penghentian program pembelian obligasi pada pertemuan akhir Oktober lalu.
Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5016-5072. Rekomendasi: PGAS, PTPP, ADHI, BBRI, TLKM, SMRA, BBCA, BBRI.
(ang/ang)











































