"Tidak ada pengusaha tanpa modal. Cinta juga tanpa modal susah, dari mana mau traktir?" Ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di hadapan sekitar 5.000 investor mahasiswa saat meluncurkan program Gerakan Cinta Pasar Modal Indonesia, di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2014).
JK menyebutkan, perlu modal untuk bisa berinvestasi di instrumen apa pun tak terkecuali pasar modal. Untuk jadi pengusaha saja dibutuhkan modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mencari modal, lanjut JK, bisa diperoleh dari mana pun, salah satunya melalui pasar modal. Menurutnya, pasar modal punya keuntungan yang lebih besar tapi risikonya juga besar.
"Modal bisa dari sendiri, dari ortu, warisan, bisa juga pinjam dari teman atau bank. Terakhir dari pasar modal. Pasar modal banyak spekulasi. Keuntungan besar risiko juga besar," imbuhnya.
JK berharap, generasi muda seperti mahasiswa ke depan diharapkan bisa meningkatkan kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.
"Harapan agar Anda semua nanti kalau tamat mempunyai kemungkinan banyak, bisa jadi investor, analis, dan lain-lain. Harapannya bahwa pasar modal Indonesia dapat melibatkan lebih banyak lagi dana dan investor nasional. Intinya adalah perlu pengelolaan yang baik," pungkasnya.
Berdasarkan data yang dimiliki Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), saat ini jumlah sub rekening efek di Pasar Modal Indonesia baru mencapai kira-kira 459.000, dengan jumlah investor riil, yang terlihat dari banyaknya Single Investor Identity (SID), baru mencapai kurang lebih 358.000.
Dari jumlah tersebut, jumlah investor domestik mencapai 97,4% sementara sisanya sebesar 2,6% merupakan investor asing. Namun demikian, investor asing menguasai hampir 60% kepemilikan saham di pasar modal indonesia.
"Tentu kita tidak bisa menghalangi orang asing investasi di pasar modal kita karena itu modalnya kita harus ditambah. Maka anda semua harus ikut serta investasi di pasar modal," ujar JK.
JK menjelaskan, saat ini kepemilikan investor domestik di pasar saham masih kecil sehingga perlu dorongan kepada masyarakat agar mau berinvestasi di pasar modal. Mahasiswa dinilai punya potensi tinggi.
"Pasar modal fungsinya selain dapat modal juga agar dapat pemerataan. Sekarang kan yang memiliki saham di bursa kita baru 40%, sebelumnya lebih rendah lagi 30%," kata dia.
(ang/ang)











































