Melemah Sepanjang Hari, IHSG Akhirnya Stagnan Lagi

Melemah Sepanjang Hari, IHSG Akhirnya Stagnan Lagi

- detikFinance
Kamis, 13 Nov 2014 16:15 WIB
Melemah Sepanjang Hari, IHSG Akhirnya Stagnan Lagi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali stagnan setelah seharian bergerak di zona merah. Investor cenderung lakukan aksi tunggu menanti kepastian naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.205 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.195 per dolar.

Mengawali perdagangan pagi tadi IHSG menipis 2,343 poin (0,05%) ke level 5.046,498 terkena aksi ambil untung. Saham-saham unggulan yang kemarin sudah naik kini terkena koreksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor domestik sudah semangat jual saham sejak pagi tadi. Sementara asing masih wait and see sambil menanti pengumuman tingkat suku bunga acuan alias BI Rate.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG berkurang 12,417 poin (0,25%) ke level 5.036,424 terkena aksi jual di tengah perdagangan yang sepi.

Indeks hanya sempat naik sampai titik tertingginya di level 5.052. Selebihnya pergerakan Indeks lebih banyak dihabiskan di zona merah.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (13/11/2014), IHSG ditutup menipis 0,173 poin (0,01%) ke level 5.048,668. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik tipis 1,354 poin (0,16%) ke level 864,552.

Bank Indonesia (BI) mengumumkan tingkat suku bunga acuan alias BI Rate ditahan di 7,5%. Posisi ini sama dengan posisi BI rate dalam setahun terakhir.

Dana asing masih mengalir masuk lantai bursa. Transaksi investor asing hingga sore hari ini melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 149,661 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 180.405 kali dengan volume 3,843 miliar lembar saham senilai Rp 3,539 triliun. Sebanyak 130 saham naik, 145 turun, dan 102 saham stagnan.

Volume dan nilai perdagangan setengah hari ini jauh di bawah rata-rata harian sebesar volume 5 miliar lembar saham dan Rp 6 triliun.

Bursa-bursa di Asia rata-rata mengakhiri perdagangan di zona hijau, hanya pasar saham Tiongkok yang melemah. Sentimen negatif sempat datang dari Eropa setelah regulator setempat menjatuhkan penalti atas skandal manipulasi pasar valuta asing.

Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 195,74 poin (1,14%) ke level 17.392,79.
  • Indeks Hang Seng naik 81,76 poin (0,34%) ke level 24.019,94.
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 8,87 poin (0,36%) ke level 2.485,61.
  • Indeks Straits Times bertambah 25,20 poin (0,77%) ke level 3.308,91.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 19.000, Indocement (INTP) naik Rp 500 ke Rp 23.925, Matahari (LPPF) naik Rp 325 ke Rp 15.225, dan Asahimas (AMFG) naik Rp 225 ke Rp 7.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.225 ke Rp 9.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.225 ke Rp 18.200, Adira Finance (ADMF) turun Rp 1.075 ke Rp 8.100, dan Lippo Insurance (LPGI) turun Rp 1.020 ke Rp 4.180.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads