"Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu kekhawatiran terhadap normalisasi kebijakan The Fed, dinamika geopolitik, dan perlambatan ekonomi global," kata BI dalam keterangan tertulis hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (13/11/2014).
Sementara dari faktor internal, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh perilaku investor yang menunggu pembentukan kabinet baru dan program kerja pemerintah ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya," jelasnya.
(ang/hen)











































