Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 12.205 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.215 per dolar.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 12,188 poin (0,24%) ke level 5.037,300. Aksi jual sudah muncul sejak awal perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 10,512 poin (0,21%) ke level 5.060,000 di tengah perdagangan yang sepi. Aksi beli selektif investor domestik yang membawa IHSG positif.
Indeks hanya mampu naik ke titik tertingginya hari ini di 5.073,762 sebelum akhirnya melambat. Aksi jual mulai ramai jelang penutupan perdagangan.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (17/11/2014), IHSG ditutup naik tipis 4,455 poin (0,09%) ke level 5.053,943. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 1,701 poin (0,20%) ke level 867,218.
Saham-saham unggulan jadi incaran investor, terutama di sektor komoditas dan konsumer. Beberapa saham lapis dua yang dijual jadi penghambat laju IHSG.
Investor asing belanja saham di pasar negosiasi, membuat transaksinya di seluruh pasar menjadi pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 444,2 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat net sell sebesar Rp 17,7 miliar
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 191.605 kali dengan volume 4,327 miliar lembar saham senilai Rp 4,56 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 144 turun, dan 78 saham stagnan.
Ekonomi Jepang yang masuk resesi jadi sentimen negatif di mata pelaku pasar Asia. Bursa-bursa regional pun kompak jatuh ke zona merah sore hari ini:
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 517,03 poin (2,96%) ke level 16.973,80.
- Indeks Hang Seng anjlok 290,30 poin (1,21%) ke level 23.797,08.
- Indeks Komposit Shanghai turun 4,82 poin (0,19%) ke level 2.474,01.
- Indeks Straits Times melemah 26,29 poin (0,79%) ke level 3.289,38.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 700 ke Rp 18.350, Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 31.050, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 325 ke Rp 12.300, dan Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 300 ke Rp 11.900.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 18.650, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 425 ke Rp 2.200, Adira Finance (ADMF) turun Rp 350 ke Rp 7.650, dan Tower Bersama (TBIG) turun Rp 250 ke Rp 9.200.
(ang/hen)











































