Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 23,161 poin (0,46%) ke level 5.077,104 setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Aksi beli langsung ramai terjadi sejak pembukaan perdagangan.
Aksi beli langsung marak dilakukan investor asing. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli dan mendorong indeks sentuh titik tertingginya hari ini di 5.090.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Delapan sektor berhasil menguat, dipimpin oleh sektor konsumer. Dua sektor terkena aksi ambil untung, yaitu sektor tambang dan infrastruktur.
Pelaku pasar juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur yang dipimpin oleh Gubernur BI Agus DW Martowardjo. Diperkirakan BI akan menaikan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) yang sekarang berada di level 7,5%.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 142.497 kali dengan volume 2,768 miliar lembar saham senilai Rp 2,695 triliun. Sebanyak 170 saham naik, 111 turun, dan 72 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih bergerak mixed hingga siang hari ini. Rencana stimulus di Jepang dan Uni Eropa menjadi katalis pendorong aksi beli pelaku pasar Asia.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 292,81 poin (1,73%) ke level 17.266,61.
- Indeks Hang Seng melemah 177,33 poin (0,75%) ke level 23.619,75.
- Indeks Komposit Shanghai turun 10,25 poin (0,41%) ke level 2.463,76.
- Indeks Straits Times bertambah 14,22 poin (0,43%) ke level 3.302,89.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 22.900 ke Rp 156.100, Golden Energy (GEMS) turun Rp 440 ke Rp 1.510, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 200 ke Rp 2.100, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 200 ke Rp 8.000.
(ang/hds)











































