Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 11,686 poin (0,23%) ke level 5.114,155 pasca naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) kemarin. Aksi beli kembali muncul di awal perdagangan.
Saham-saham unggulan kembali menjadi incaran aksi beli investor. Indeks pun sempat menanjak ke titik tertingginya hari ini di 5.140.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor asing paling getol berburu saham. Sembilan sektor pun berhasil menguat, kecuali sektor aneka industri yang terkena aksi ambil untung.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 134.031 kali dengan volume 3,181 miliar lembar saham senilai Rp 3,256 triliun. Sebanyak 196 saham naik, 81 turun, dan 80 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih bergerak mix hingga siang hari ini. Stimulus yang ada di Uni Eropa dan Jepang belum bisa menjadi faktor pendorong.
Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 28,22 poin (0,16%) ke level 17.372,28.
- Indeks Hang Seng melemah 67,07 poin (0,29%) ke level 23.462,10.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 5,13 poin (0,21%) ke level 2.451,23.
- Indeks Straits Times menguat 19,36 poin (0,58%) ke level 3.333,09.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 500 ke Rp 9.000, Sinar Mas (SMMA) turun Rp 350 ke Rp 2.450, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 150 ke Rp 2.150, dan Link Net (LINK) turun Rp 125 ke Rp 5.550.
(ang/hds)











































