Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 12.140 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG naik 11,686 poin (0,23%) ke level 5.114,155 pasca naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) kemarin. Aksi beli kembali muncul di awal perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG menguat 21,182 poin (0,42%) ke level 5.123,651 berkat aksi beli di saham-saham unggulan. Indeks berhasil menghindari zona merah sejak pembukaan perdagangan.
Investor asing paling getol berburu saham. Sembilan sektor pun berhasil menguat, kecuali sektor aneka industri yang terkena aksi ambil untung.
Mengakhiri perdagangan, Rabu (19/11/2014), IHSG ditutup bertambah 25,464 poin (0,50%) ke level 5.127,933. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 4,652 poin (0,53%) ke level 881,238.
Dana asing kembali masuk lantai bursa. Transaksi investor asing sore ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 424,214 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 239.613 kali dengan volume 5,836 miliar lembar saham senilai Rp 5,752 triliun. Sebanyak 193 saham naik, 107 turun, dan 86 saham stagnan.
Rata-rata bursa di Asia menutup perdagangan dengan negatif sore hari ini, berbeda dengan BEI yang bertahan di zona hijau. Pasar saham Singapura yang berhasil ditutup positif.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 55,31 poin (0,32%) ke level 17.288,75.
- Indeks Hang Seng turun 155,86 poin (0,66%) ke level 23.373,31.
- Indeks Komposit Shanghai berkurang 5,38 poin (0,22%) ke level 2.450,99.
- Indeks Straits Times naik 19,40 poin (0,59%) ke level 3.333,13.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 675 ke Rp 24.900, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 31.100, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 500 ke Rp 9.000, dan Link Net (LINK) turun Rp 150 ke Rp 5.525.
(ang/hds)











































