Mengakhiri perdagangan, Rabu (19/11/2014), IHSG ditutup bertambah 25,464 poin (0,50%) ke level 5.127,933. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 4,652 poin (0,53%) ke level 881,238.
Wall Street berakhir terkena koreksi tipis setelah muncul bocoran The Federal Reserve (The Fed) menaikkan tingkat suku bunga acuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan menguat tapi dengan bayang-bayang aksi ambil untung. Indeks sudah naik tinggi dan bisa terkena aksi jual investor.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 70,43 poin (0,41%) ke level 17.359,18.
- Indeks Straits Times menguat 4,40 poin (0,13%) ke level 3.338,96.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Waterfront Securities
Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Rabu 19 November 2014 ditutup menguat 0,5% pada level 5127. Sektor properti konstruksi menyumbangkan kenaikan terbesar. Investor asing melakukan net buy senilai Rp431,3 miliar.
Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah setelah sehari sebelumnya mencapai level tertinggi baru. Faktor negatif berasal dari Fed Minutes yang menunjukkan beberapa pejabat The Fed mengkhawatirkan akan laju inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Inflasi AS cenderung stagnan meskipun pasar tenaga kerja telah mengalami perbaikan.
The Fed mengantisipasi akan adanya kemungkinan ekspektasi inflasi jangka panjang mengalami pelemahan. The Fed mencermati ekspektasi inflasi jangka panjang untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk pertama kali sejak tahun 2006, yang diperkirakan akan dilakukan pada tahun depan.
Laju inflasi AS masih di bawah target The Fed yang sebesar 2% selama 29 bulan berturut-turut dan kenaikan harga juga berlangsung dengan lambat. Para pejabat The Fed juga memperhatikan potensi perlambatan ekonomi global dan meningkatnya risiko di Eropa, China dan Jepang, yang menambah kekuatan dollar AS. Housing starts mengalami penurunan, sedangkan building permits mengalami kenaikan.
Kemudian untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung menguat. IHSG akan berada di kisaran level 5067-5151. Rekomendasi: SMGR, TLKM, BBCA, PGAS, ASII, JSMR, ADRO, BBNI, ADHI.
Mandiri Sekuritas
Pasar saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah, setelah The Fed merilis hasil pertemuan mereka pada Oktober 2014. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial Avg sebesar -0,01% dan indeks S&P500 sebesar +0,15%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh Jepang yang kembali mengucurkan stimulus untuk mengatasi resesi. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 0,25%. Sedangkan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan melemah -0,50%.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun -0,68% ke level US$74,61 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi -0,92% ke posisi US$1.182,90 per troy ounce.
Dari dalam negeri, pemerintah menetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8% dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) 2015. Selain itu, pemerintah dan Dewan target inflasi sebesar 4,4%. Bahkan, pertumbuhan ekonomi dikatakan berpotensi lebih tinggi karena adanya pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan IHSG masih berpotensi menguat dalam kisaran terbatas. Indeks akan bergerak di kisaran resistance 5.171 dan support 5.057. IHSG sendiri masih diperdagangkan di atas MA 200 harian. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat ke level 5.127.
(ang/hds)











































