Kelimabelas bank yang memberikan pinjaman tersebut adalah: Citi; PT Bank ANZ Indonesia; PT Bank Central Asia, Tbk; PT Bank CIMB Niaga Tbk; PT Bank DBS Indonesia; Bank Mandiri; Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Singapore Branch / PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia; Rabobank Hong Kong; PT. Bank Mizuho Indonesia; PT. Bank CTBC Indonesia; Aozora Asia Pacific Finance Limited; Chang Hwa Commercial Bank, Ltd., Singapore Branch; First Commercial Bank, Ltd., Singapore Branch; Land Bank of Taiwan, Singapore Branch dan Hua Nan Commercial Bank.
Ini merupakan pinjaman sindikasi keempat yang diterima produsen pakan ternak terbesar di Indonesia itu pasca Krisis Keuangan Asia 1997. Fasilitas pinjaman setara US$ 400 juta ini adalah unsecured basis (tidak ada aset perusahaan yang dijaminkan) yang terdiri dari US$ 200 juta dan Rp 2,4 triliun, serta meliputi 2 tahapan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denominasi fasilitas dalam mata uang dolar AS dan rupiah dilakukan untuk menjaga komposisi portofolio (50:50) yang seimbang dalam keseluruhan portofolio utang produsen ayam olahan itu.
Optimasi campuran komposisi mata uang akan membantu mengurangi biaya bunga yang dibebankan serta untuk memberikan perlindungan terhadap fluktuasi nilai rupiah.
"Pinjaman sindikasi baru ini akan digunakan untuk mengamankan sebagian besar kebutuhan pendanaan perusahaan untuk ekspansi bisnis secara keseluruhan dalam beberapa tahun ke depan," ujar Ong Mei Sian, Direktur Charoen Pokphand Indonesia dalam siaran pers, Kamis (20/11/2014).
Saat ini CPIN meraih pangsa pasar sebesar 36% di pakan ternak, 35% di DOC, dan 66% di ayam olahan. Fasilitas produksi yang dimiliki oleh CIPN tersebar di beberapa daerah di Indonesia.
Perusahaan yang telah memulai operasi pada tahun 1972 ini tengah membangun fasilitas produksi pakan di Jawa Tengah, serta menyiapkan beberapa fasilitas produksi DOC dan pengolah makanan di beberapa lokasi di Indonesia.
"Citi bertindak sebagai kordinator tunggal untuk transaksi pinjaman sindikasi terbaru ini. Citi, bersama-sama dengan ANZ, BCA, CIMB Niaga, DBS, Mandiri dan SMBC merupakan Mandated Lead Arranger dan Bookrunners dalam transaksi ini. Bank peserta lainnya terdiri dari kombinasi institusi keuangan lokal dan asing," kata Gioshia Ralie, Head of Corporate and Investment Banking Citi Indonesia.
(ang/dnl)











































