Seperti dikutip dari tambahan informasi dan perbaikan prospektus singkat Perseroan, Jumat (21/11/2014), emiten berkode BWPT itu akan menerbitkan 27,02 miliar lembar saham baru.
Jumlah sahamnya setara dengan 85,71% dari total modal disetor perusahaan. Mekanisme penerbitan saham baru ini dilakukan dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas tambahan informasi ini, perusahaan yang dipimpin Direktur Utama Abdul Halum bin Ashari tersebut menunda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dari 10 November 2014 menjadi 24 November 2014.
Pada perdagangan hari ini, hingga pukul 11.25 waktu JATS harga saham BWPT turun 5 poin (-1,03%) ke posisi Rp 482 per lembar. Sahamnya diperdagangkan 916 kali dengan volume 132.272 lot senilai Rp 6,4 miliar.
(ang/dnl)











































